Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BeritaDaerahKementerianKota CilegonNasionalOpiniOrganisasiPemerintahPendidikanPolitikSosial

Dompet Pendidikan: Ketika Kepedulian Menjadi Gerakan

28
×

Dompet Pendidikan: Ketika Kepedulian Menjadi Gerakan

Sebarkan artikel ini

Oleh: Dr. H. Syaeful Bahri, S.Ag., MM., CHCM.

Ketua Dewan Pendidikan Kota Cilegon

Banner

Pendidikan adalah jalan panjang menuju masa depan. Karena itu, memastikan setiap anak memperoleh kesempatan untuk belajar, tumbuh, dan melanjutkan pendidikan bukan semata-mata tugas pemerintah, sekolah, atau orang tua. Pendidikan adalah tanggung jawab bersama.

Besok, Dewan Pendidikan Kota Cilegon akan mendeklarasikan Gerakan Peduli Pendidikan sekaligus meluncurkan Dompet Pendidikan. Keduanya lahir dari kegelisahan sekaligus harapan yang sama: bagaimana membangun kepedulian masyarakat secara nyata agar tidak ada anak kehilangan kesempatan pendidikan hanya karena keterbatasan keadaan.

Gerakan ini mengajak seluruh elemen masyarakat Cilegon melihat persoalan pendidikan dengan cara pandang yang lebih luas. Pemerintah memiliki kewajiban dan kebijakan. Sekolah dan madrasah memiliki tugas mendidik dan mendampingi. Orang tua memiliki tanggung jawab utama terhadap anak. Perguruan tinggi memiliki ilmu dan akses. Masyarakat memiliki kepedulian dan kontrol sosial.

Sementara itu, dunia usaha dan industri memiliki potensi sumber daya yang sangat besar untuk menjadi bagian dari solusi.

Dalam konteks Cilegon sebagai kota industri, potensi tersebut merupakan kekuatan strategis yang perlu dioptimalkan untuk pembangunan manusia.

Dompet yang Bukan Sekadar Tempat Menyimpan Uang

Lalu, mengapa kita menggunakan istilah Dompet Pendidikan?

Dalam pengertian sehari-hari, dompet identik dengan tempat menyimpan uang. Namun, Dompet Pendidikan tidak dimaksudkan dalam pengertian yang sempit tersebut.

Dompet Pendidikan adalah simbol sebuah wadah gotong royong untuk menampung berbagai bentuk kepedulian terhadap pendidikan.

Yang dimasukkan ke dalam “dompet” itu bukan hanya uang. Bisa berupa buku, komputer, perangkat pembelajaran, seragam, perlengkapan sekolah, fasilitas, media, akses, rekomendasi, jasa, keahlian, pemikiran, pendampingan, kesempatan magang, beasiswa, jejaring, bahkan waktu dan perhatian.

Semuanya memiliki nilai. Semuanya berarti. Semuanya adalah bentuk kepedulian.

Ada perusahaan yang mungkin belum dapat memberikan beasiswa dalam jumlah besar, tetapi mampu menyediakan perangkat komputer. Ada perguruan tinggi yang dapat memberikan pendampingan dan akses pendidikan. Ada profesional yang dapat menyumbangkan keahlian dan waktunya sebagai mentor.

Ada alumni yang dapat membuka akses atau memberikan rekomendasi. Ada masyarakat yang mampu membantu perlengkapan sekolah. Ada pelaku usaha yang dapat menyediakan kesempatan magang atau pembelajaran keterampilan.

Dan tentu saja, ada pula mereka yang dapat berkontribusi dalam bentuk dana.

Inilah filosofi Dompet Pendidikan.

Kita tidak ingin membangun budaya bahwa membantu pendidikan hanya berarti memberikan uang. Sebaliknya, kita ingin membangun kesadaran bahwa setiap orang memiliki sesuatu yang dapat diberikan untuk masa depan anak-anak kita.

Dari Kepedulian Menjadi Aksi Nyata

Sering kali kita mendengar ungkapan, “Saya peduli pendidikan.”

Pertanyaannya kemudian: kepedulian itu diwujudkan dalam bentuk apa?

Dompet Pendidikan ingin menjembatani antara rasa peduli dan aksi nyata.

Kepedulian tidak boleh berhenti pada simpati ketika melihat seorang anak kesulitan biaya sekolah. Kepedulian harus menemukan jalan agar anak tersebut memperoleh bantuan.

Baca juga:  Karyawan KRAKATAU POSCO Donasikan 1.506 Al-Qur’an, Bantu Ribuan Umat Mendalami Agama

Kepedulian tidak boleh berhenti pada keprihatinan ketika mengetahui ada anak yang tidak memiliki perangkat belajar. Kepedulian harus mendorong kita mencari siapa yang dapat membantu menyediakan perangkat tersebut.

Begitu pula keinginan agar anak-anak Cilegon memiliki masa depan yang lebih baik tidak cukup hanya menjadi harapan. Harapan harus diwujudkan melalui kesempatan, akses, pendampingan, fasilitas, dan dukungan.

Karena itu, Dompet Pendidikan adalah wadah aksi nyata.

Ia menjadi ruang pertemuan antara mereka yang membutuhkan dukungan pendidikan dengan mereka yang memiliki kemampuan untuk memberikan dukungan.

Semangatnya bukan semata-mata “memberi bantuan”, tetapi “menghubungkan kepedulian dengan kebutuhan.”

Cilegon, Kota Industri dengan Modal Kepedulian

Cilegon memiliki karakter yang khas. Kota ini dikenal sebagai salah satu pusat industri penting di Banten. Kehadiran berbagai perusahaan besar, dunia usaha, kawasan industri, serta para profesional merupakan modal besar yang tidak hanya penting bagi pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dapat menjadi kekuatan bagi pembangunan pendidikan.

Kita tentu berharap hubungan antara dunia pendidikan dan dunia industri semakin kuat.

Industri tidak semestinya hanya dipandang sebagai tempat bekerja setelah anak menyelesaikan pendidikan. Industri juga dapat menjadi mitra pendidikan sejak sekarang.

Dunia usaha dan industri dapat berkontribusi melalui CSR, beasiswa, penyediaan fasilitas pendidikan, penguatan literasi dan digitalisasi, mentoring, pengembangan keterampilan, kunjungan industri, program magang, dukungan bagi guru, maupun berbagai bentuk kolaborasi lainnya.

Di sinilah Dompet Pendidikan menemukan relevansinya.

Dompet Pendidikan dapat menjadi salah satu ruang gotong royong yang mempertemukan pemerintah, dunia pendidikan, dunia usaha dan industri, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, alumni, komunitas, dan masyarakat luas.

Bukan untuk mengambil alih tugas masing-masing, melainkan untuk memperkuat apa yang sudah dilakukan.

Tidak Semua Persoalan Pendidikan Harus Diselesaikan dengan Uang

Kita perlu mengubah cara berpikir.

Ketika mendengar ada anak yang mengalami kesulitan pendidikan, jangan selalu bertanya, “Berapa uang yang dibutuhkan?”

Pertanyaan pertama yang lebih tepat adalah:

“Apa yang dibutuhkan anak ini, dan siapa yang memiliki kemampuan untuk membantu?”

Mungkin jawabannya adalah uang.

Tetapi mungkin juga buku. Laptop. Transportasi. Guru atau mentor. Akses ke sekolah. Informasi beasiswa. Tempat belajar. Rekomendasi. Kesempatan magang. Atau seseorang yang bersedia mendampingi dan memberikan motivasi.

Dengan cara pandang seperti ini, ruang partisipasi menjadi jauh lebih luas.

Setiap orang bisa peduli. Setiap orang bisa berkontribusi.

Dan setiap kontribusi, sekecil apa pun, dapat menjadi bagian dari masa depan seorang anak.

Gotong Royong untuk Masa Depan

Sesungguhnya filosofi Dompet Pendidikan sangat sederhana: gotong royong.

Kita hidup dalam masyarakat yang memiliki tradisi gotong royong. Persoalannya, tradisi tersebut perlu terus diaktualisasikan dalam konteks kehidupan modern.

Baca juga:  Tiga Spesialis Pembobol Rumah di Kibin Dibekuk Polisi, Motor dan HP Curian Diamankan

Hari ini, gotong royong pendidikan tidak selalu harus dilakukan dengan berkumpul dan membawa tenaga secara fisik. Gotong royong dapat hadir dalam bentuk keahlian, teknologi, jaringan, fasilitas, kesempatan, informasi, pendampingan, bahkan gagasan.

Dompet Pendidikan ingin menjadi simbol bahwa kepedulian kita terhadap pendidikan tidak boleh berhenti sebagai niat. Kepedulian harus menjadi gerakan.

Karena itu, keberadaan Dompet Pendidikan bukanlah tujuan akhir.

Tujuan akhirnya adalah terbangunnya ekosistem kepedulian pendidikan di Kota Cilegon.

Ekosistem di mana ketika ada anak menghadapi hambatan pendidikan, ada yang mengetahui.

Ketika ada yang mengetahui, ada yang peduli.

Ketika ada yang peduli, ada yang bergerak.

Dan ketika banyak pihak bergerak bersama, persoalan yang berat menjadi lebih ringan.

Jangan Sampai Ada Anak yang Luput dari Perhatian

Pada akhirnya, Gerakan Peduli Pendidikan dan Dompet Pendidikan bukan hanya berbicara tentang bantuan. Ini tentang keberpihakan kita terhadap masa depan.

Kita ingin memastikan seorang anak tidak kehilangan cita-citanya hanya karena orang tuanya tidak mampu.

Kita ingin memastikan keterbatasan fasilitas tidak menjadi alasan seorang anak berhenti berkembang.

Kita ingin memastikan anak-anak Cilegon memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, bertumbuh, dan meraih masa depan.

Karena itu, mari kita bangun gerakan bersama.

Pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri. Sekolah tidak mungkin bekerja sendiri. Orang tua tidak mungkin bekerja sendiri. Dunia usaha dan industri tidak mungkin bekerja sendiri. Perguruan tinggi tidak mungkin bekerja sendiri.

Kita membutuhkan kolaborasi. Kita membutuhkan gotong royong. Kita membutuhkan kepedulian yang diwujudkan dalam aksi.

Dompet Pendidikan adalah salah satu ikhtiar untuk mengorganisasikan kepedulian tersebut.

Bukan sekadar dompet untuk uang.

Tetapi dompet untuk kepedulian, dompet untuk kesempatan, dompet untuk harapan, dan dompet untuk masa depan anak-anak Cilegon.

Mari kita isi Dompet Pendidikan dengan apa pun yang kita miliki.

Dengan dana bagi yang memiliki dana.

Dengan ilmu bagi yang memiliki ilmu.

Dengan waktu bagi yang memiliki waktu.

Dengan fasilitas bagi yang memiliki fasilitas.

Dengan jaringan bagi yang memiliki jaringan.

Dengan kesempatan bagi yang mampu memberikan kesempatan.

Dengan doa dan perhatian bagi siapa pun yang ingin ikut peduli.

Sebab pada akhirnya, pendidikan adalah investasi yang hasilnya mungkin tidak selalu kita nikmati hari ini, tetapi akan menentukan wajah Cilegon di masa depan.

Satu kepedulian mungkin terlihat kecil. Tetapi ribuan kepedulian yang bergerak bersama dapat mengubah ribuan masa depan.

Mari menjadikan Cilegon bukan hanya kota industri, tetapi juga kota yang industrinya peduli, masyarakatnya peduli, pemerintahnya peduli, dan seluruh elemennya bergerak untuk pendidikan.

Karena ketika Cilegon peduli pada pendidikan, sesungguhnya Cilegon sedang peduli pada masa depannya sendiri.

Cilegon Mendidik, Sedanten Terdidik.

Cilegon Juare!

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!