Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BeritaDaerahKementerianKota SerangNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanPolitikSosial

Mahasiswa Didorong Tetap Kritis dan Nasionalis Jelang May Day dan Hardiknas

34
×

Mahasiswa Didorong Tetap Kritis dan Nasionalis Jelang May Day dan Hardiknas

Sebarkan artikel ini

SERANG, RUBRIKBANTEN – Kuadranesia Institute menggelar diskusi publik bertajuk “Mahasiswa dan Nalar Kritis Menjelang Momentum May Day & Hardiknas” pada Rabu, 29 April 2026, di Kota Serang, Banten. Forum ini menjadi ruang refleksi sekaligus konsolidasi gagasan mahasiswa dalam merespons dinamika sosial menjelang dua momentum nasional tersebut.

Diskusi yang dimoderatori Nazhwa Oktavia ini menghadirkan Direktur Eksekutif Kuadranesia Institute, Emar Muamar, sebagai narasumber utama. Sejumlah mahasiswa dari berbagai kampus di Banten turut hadir, di antaranya Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Universitas Pamulang, Poltekkes Kemenkes Banten, Universitas Primagraha, La Tansa Mashiro, hingga STAI Nurul Hidayah.

Banner

Dalam forum tersebut, mahasiswa ditegaskan memiliki peran strategis sebagai agen perubahan yang tidak hanya kritis, tetapi juga berorientasi pada kepentingan bangsa. Menjelang May Day dan Hari Pendidikan Nasional, mereka diingatkan untuk menjaga keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan tanggung jawab sosial.

Diskusi juga menyoroti pentingnya menjaga kedaulatan nasional, persatuan, dan stabilitas di tengah derasnya arus informasi yang berpotensi memicu polarisasi. Mahasiswa didorong lebih selektif dalam menyaring informasi, menolak provokasi, serta aktif membangun narasi publik yang sehat.

Baca juga:  Cabuli 4 Anak, Polisi Kejar Pelaku Guru Mengaji di Tangerang

Emar Muamar dalam pemaparannya menegaskan bahwa mahasiswa harus mampu menjadi kekuatan intelektual yang membawa perubahan positif.

“Mahasiswa harus menjadi creative minority yang mampu melahirkan perubahan untuk bangsa dan negara,” ujarnya.

Ia menambahkan, kekuatan mahasiswa tidak terletak pada jumlah, melainkan pada kualitas gagasan serta keberanian berpikir kritis secara bertanggung jawab.

“Kritis itu penting, tapi harus tetap berpijak pada kepentingan bangsa, bukan sekadar ikut arus atau emosi sesaat,” tegasnya.

Melalui diskusi ini, Kuadranesia Institute menegaskan komitmennya dalam membangun tradisi intelektual yang kritis, etis, dan berlandaskan nilai-nilai kebangsaan. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi langkah awal memperkuat kesadaran kolektif mahasiswa dalam menjaga ruang publik yang sehat, rasional, dan kondusif di tengah momentum sosial yang rentan terhadap provokasi.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!