CILEGON, RUBRIKBANTEN – Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah mendorong Kota Cilegon berani melangkah lebih jauh dengan inovasi pembangunan jangka panjang, termasuk peluang memiliki pelabuhan atau armada penyeberangan sendiri.
Hal itu disampaikan Dimyati usai menghadiri Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Cilegon dalam rangka Hari Jadi ke-27 Kota Cilegon, Senin (27/4/2026).
“Saya ingin kabupaten dan kota maju bersama. Kalau semua bergerak, otomatis Provinsi Banten ikut maju,” tegasnya.
Dimyati menekankan, perencanaan jangka panjang menjadi kunci keberlanjutan pembangunan, terutama dalam sektor infrastruktur yang mampu mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD).
Menurutnya, posisi strategis Cilegon sebagai kota industri sekaligus gerbang penyeberangan Jawa–Sumatera harus dimaksimalkan.
“Punya pelabuhan sendiri atau kapal sendiri itu bagus. Potensinya besar untuk menambah pendapatan daerah, tinggal bagaimana regulasinya,” ujarnya.
Namun, ia mengingatkan agar langkah tersebut dilakukan secara hati-hati mengingat banyaknya kepentingan dan kompetitor, baik dari sektor swasta maupun publik.
“Banyak pemain di sektor ini, jadi harus dihitung matang,” katanya.
Dimyati juga membuka peluang kolaborasi antara pemerintah kabupaten/kota dengan Pemprov Banten, termasuk dalam skema pembiayaan pembangunan.
“Kita bisa berbagi modal. Yang penting perencanaannya matang dan terukur,” jelasnya.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya peningkatan pelayanan publik sebagai bentuk tanggung jawab kepada masyarakat.
“Rakyat sudah bayar pajak, maka pelayanan harus maksimal,” tegasnya.
Sementara itu, Wali Kota Cilegon Robinsar menyoroti pentingnya investasi sumber daya manusia melalui program beasiswa pendidikan sebagai strategi jangka panjang.
Ia juga memaparkan rencana pembebasan lahan untuk Jalan Lingkar Utara serta penguatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) guna mendorong kemandirian fiskal.
“Industri di Cilegon mayoritas padat modal, sehingga perlu strategi agar manfaatnya lebih dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Momentum HUT ke-27 Kota Cilegon pun diharapkan menjadi penguat kebersamaan sekaligus refleksi untuk melanjutkan pembangunan yang lebih inklusif.
“Dirgahayu ke-27 Kota Cilegon. Semoga semakin maju dan harmonis,” pungkas Dimyati.















