CILEGON, RUBRIKBANTEN – Memasuki usia ke-27 tahun, Kota Cilegon mencatatkan capaian signifikan di sektor investasi. Sepanjang 2025 hingga awal 2026, realisasi investasi di kota industri tersebut mencapai sekitar Rp32 triliun atau melampaui target yang telah ditetapkan pemerintah.
Capaian ini dinilai memperkuat posisi Cilegon sebagai salah satu pusat industri strategis di Indonesia dengan daya tarik tinggi bagi investor. Namun, di tengah pertumbuhan tersebut, sejumlah indikator sosial masih menjadi perhatian.
Data awal tahun 2026 menunjukkan tingkat kemiskinan di Kota Cilegon berada di angka 3,44 persen. Angka ini tergolong rendah dan mencerminkan dampak positif dari pertumbuhan ekonomi daerah. Meski demikian, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) masih tercatat sebesar 7,25 persen.
Pemerhati sosial kemasyarakatan Kota Cilegon, M. Ibrohim Aswadi, menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi belum sepenuhnya merata.
“Investasi yang tinggi perlu diiringi dengan peningkatan penyerapan tenaga kerja, khususnya bagi masyarakat lokal,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (27/4/2026).
Menurutnya, diperlukan kebijakan yang mendorong prioritas tenaga kerja lokal, peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM), serta kesesuaian antara kebutuhan industri dan dunia pendidikan.
Ia juga menyoroti pentingnya penguatan sektor pendidikan dan pelatihan vokasi sebagai upaya meningkatkan daya saing tenaga kerja di tengah perkembangan industri.
Selain itu, aspek lingkungan dan kesehatan juga menjadi perhatian. Sebagai kota industri, Cilegon dinilai menghadapi tantangan terkait pencemaran dan tata ruang, sehingga diperlukan pengawasan agar investasi tetap sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.
Di sisi lain, pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta industri kecil dan menengah (IKM) dinilai perlu diperkuat. Keterlibatan UMKM dalam rantai pasok industri disebut dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
“Investasi besar diharapkan tidak hanya berdampak pada korporasi, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara langsung,” kata Ibrohim.
Momentum hari jadi ke-27 Kota Cilegon pada 27 April 2026, menurutnya, dapat menjadi refleksi bersama dalam menentukan arah pembangunan ke depan, tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada pemerataan dan pemenuhan hak-hak dasar masyarakat.















