CILEGON, RUBRIKBANTEN – Belasan siswa SMP PGRI Citangkil 2, Kota Cilegon, diduga mengalami keracunan makanan bergizi gratis (MBG) usai menyantap hidangan yang didistribusikan dari SPPG Samangraya.
Informasi yang dihimpun, sedikitnya 11 siswa mengalami gejala seperti mual, pusing, dan muntah setelah mengonsumsi menu makanan yang terdiri dari nasi, telur, dan lauk pendamping lainnya.
Kepala Sekolah SMP PGRI Citangkil 2, Tuhairoh, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyebut para siswa mulai merasakan gejala tidak lama setelah makan, baik saat masih di sekolah maupun setelah pulang ke rumah.
“Memang ada kejadian. Anak-anak mengeluh mual dan kondisi kesehatannya menurun setelah makan,” ujarnya.
Dari hasil keterangan di lapangan, telur yang disajikan dalam menu MBG disebut-sebut menjadi salah satu penyebab utama. Selain itu, dugaan juga mengarah pada kualitas omprengan atau wadah makanan yang digunakan.
Namun demikian, pihak sekolah belum berani memastikan penyebab pasti dan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak terkait untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
“Untuk penyebabnya, kami belum bisa menyimpulkan. Silakan tanyakan ke pihak yang berwenang,” tambahnya.
Sebagai langkah penanganan, siswa yang terdampak telah diminta untuk beristirahat di rumah hingga kondisinya pulih. Pihak sekolah juga telah berkoordinasi dengan tim kesehatan untuk penanganan lebih lanjut.
Menurut hasil, dari investigasi lapangan bahwa SMP PGRI Citangkil 2 merupakan salah satu sekolah penerima program MBG yang disuplai dari SPPG Samangraya yang merupakan berada di yayasan Karomah Nurul Hidayah.
Hingga saat ini, kasus dugaan keracunan tersebut masih dalam penyelidikan guna memastikan sumber pasti penyebab kejadian.















