SERANG, RUBRIKBANTEN – Bank Indonesia menegaskan bahwa Provinsi Banten memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten, Ameriza M. Moesa, menyebut Banten saat ini berada di jajaran lima besar provinsi penyumbang ekonomi terbesar di Indonesia.
Ameriza mengungkapkan, pangsa pertumbuhan ekonomi Banten terhadap nasional mencapai 3,96 persen atau hampir 4 persen dari total ekonomi Indonesia.
“Artinya, hampir 4 persen ekonomi Indonesia berasal dari Banten. Ini menempatkan Banten di urutan ke-5 secara nasional,” ujarnya.
Meski demikian, Ameriza mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat daerah terlena. Ia menilai kondisi ekonomi Banten saat ini memang terlihat stabil, namun masih jauh dari titik maksimal.
“Dalam ekonomi ada istilah steady state. Terlihat stabil, tapi sebenarnya masih ada ruang besar untuk berkembang. Jangan terlalu cepat bangga,” tegasnya.
Menurutnya, masih banyak wilayah di Banten yang potensinya belum tergarap optimal. Ia menekankan bahwa dominasi ekonomi bukan sesuatu yang permanen dan bisa berubah dalam satu dekade ke depan.
“Jangan terpaku pada siapa yang menguasai sekarang. Bisa saja 10 tahun lagi pemain baru muncul. Amerika saja bisa rontok,” katanya.
Ameriza optimistis prospek ekonomi Banten tetap terbuka luas, terlebih pembangunan masih terus berjalan dan wilayahnya masih memiliki ruang pertumbuhan besar.
“Kalau saat ini pangsanya sekitar 5,82, maka wilayah lain justru punya peluang yang lebih besar untuk berkembang,” jelasnya.
Untuk memperkuat posisi Banten di tingkat nasional, Bank Indonesia menyatakan kesiapan berkolaborasi dengan pemerintah pusat dan berbagai pihak terkait.
“Kita siap berkolaborasi. Semua harus bekerja bersama, termasuk penyediaan fasilitas yang tepat,” pungkasnya.















