CILEGON, RUBRIKBANTEN – Kabar lega menyelimuti ribuan guru madrasah se-Kota Cilegon. Honor yang sempat tertunda akibat defisit anggaran pada masa pemerintahan sebelumnya kini dipastikan telah dicairkan sepenuhnya di bawah kepemimpinan Wali Kota Robinsar dan Wakil Wali Kota Fajar Hadi Prabowo.
Ketua Perhimpunan Guru Madrasah Honorer Cilegon (PGMH-C), Muhri, menyebut pencairan ini sebagai tanda berakhirnya persoalan klasik yang selama ini menghantui guru madrasah setiap akhir tahun anggaran.
“Alhamdulillah, honor yang sempat tertunda kini sudah dibayarkan. Ini menjadi kabar menggembirakan bagi ribuan guru madrasah di Cilegon,” ujar Muhri, Kamis (8/1/2026).
Ia mengingatkan pengalaman pahit pada tahun 2024, saat honor guru madrasah tidak terbayarkan penuh akibat defisit anggaran. Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi pelajaran agar tidak kembali terulang.
“Kami berharap ke depan tidak ada lagi keterlambatan. Guru madrasah jangan lagi menjadi korban persoalan defisit seperti di era sebelumnya,” tegasnya.
PGMH-C juga menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Pemkot Cilegon yang melakukan efisiensi, refocusing, dan rasionalisasi anggaran, sehingga pembayaran honor dapat direalisasikan tepat waktu. Sistem pencairan melalui Bank BPR Syariah Cilegon Mandiri pun dinilai meningkatkan transparansi dan akuntabilitas.
“Harapan kami sederhana, honor cair tepat waktu, tidak ada kegaduhan, dan Kota Cilegon tetap aman, nyaman, serta kondusif,” kata Muhri.
Ia menegaskan, tuntasnya pembayaran honor ini menjadi sinyal kuat bahwa era defisit telah berakhir. Ke depan, kesejahteraan guru madrasah diharapkan terus menjadi prioritas utama dalam perencanaan anggaran daerah.
Sebagai penutup, Muhri menegaskan komitmen organisasi yang dipimpinnya.
“Pengurus PGMH-C akan terus bersinergi dan berjuang sepenuh hati demi kesejahteraan guru madrasah honorer se-Kota Cilegon. Kota Cilegon layak dan mampu mensejahterakan guru honorer madrasah,” pungkasnya.















