Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BantenBeritaDaerahKementerianKesehatanNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanPolitikSosial

Gubernur Banten: Pejuang Thalasemia Harus Dapat Perlakuan Istimewa, Bukan Sekadar Layanan Biasa

228
×

Gubernur Banten: Pejuang Thalasemia Harus Dapat Perlakuan Istimewa, Bukan Sekadar Layanan Biasa

Sebarkan artikel ini

SERANG, RUBRIKBANTEN – Gubernur Banten Andra Soni menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Banten dalam meningkatkan pelayanan kesehatan, khususnya untuk penderita thalasemia yang selama ini sudah mendapat penanganan melalui rumah sakit milik Pemprov dan BPJS Kesehatan.

Hal itu disampaikannya saat menerima kunjungan Perhimpunan Orang Tua Penderita Thalasemia Indonesia (POPTI) Cabang Kota Tangerang Selatan di Gedung Negara Provinsi Banten, Selasa (5/8/2025).

Banner

“Ibu-ibu orang tua penderita thalasemia menyampaikan aspirasi mereka. Alhamdulillah selama ini penanganan sudah berjalan, tapi tentu ada banyak hal yang perlu ditingkatkan,” ujar Gubernur Andra Soni.

Ia menyebut, penderita thalasemia adalah pejuang kehidupan yang memerlukan perhatian khusus, termasuk dalam hal dukungan pembiayaan dan kelengkapan layanan rumah sakit.

“Kita harus bersama-sama membantu. BPJS Kesehatan sudah menanggung, rumah sakit Pemprov juga menangani. Tapi ke depan, rumah sakit lain pun perlu dilibatkan untuk pemerataan layanan,” tegasnya.

Ketua POPTI Cabang Tangsel, Rahma Fari, mengapresiasi kesediaan Gubernur mendengarkan langsung keluhan mereka. Ia menyampaikan bahwa salah satu kendala yang masih dihadapi adalah belum ditanggungnya obat kelasi besi—yang wajib dikonsumsi penderita thalasemia seumur hidup—khususnya di RS tipe B.

Baca juga:  Bawaslu Cilegon Gandeng Pramuka, Generasi Muda Disiapkan Jadi Pengawal Demokrasi

“Obat ini sangat penting, tapi belum dicover BPJS di rumah sakit tipe B. Ini jadi harapan besar bagi kami agar ke depan bisa dijamin,” ungkap Rahma.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti, menambahkan bahwa saat ini terdapat 835 penderita thalasemia di Banten, dan jumlah ini terus menunjukkan tren peningkatan.

“Tantangan kita adalah jumlah dokter spesialis darah masih sangat terbatas, dan dari 135 rumah sakit di Banten, hanya 20 yang memiliki layanan thalasemia. Bahkan hanya 14 rumah sakit yang sudah bekerjasama dengan BPJS,” terangnya.

Ati juga menekankan pentingnya upaya preventif. Ia menyerukan agar para calon pengantin melakukan tes kesehatan guna mencegah lahirnya anak dengan thalasemia mayor.

“Kalau dua calon orang tua pembawa sifat, maka anaknya hampir pasti menderita thalasemia mayor dan harus transfusi darah seumur hidup. Maka, cek kesehatan pranikah itu wajib demi generasi yang lebih sehat,” tegasnya.

Pemprov Banten di bawah kepemimpinan Andra Soni pun berkomitmen untuk mendorong rumah sakit swasta ikut ambil bagian, serta memperluas cakupan kerja sama dengan BPJS Kesehatan demi pelayanan yang lebih merata dan menyeluruh.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!