Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BantenBeritaDaerahHukum dan KriminalKementerianKota SerangNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanPolitikSosial

Misteri ABK Arupadhatu 1 Terungkap, Jenazah Surakman Ditemukan di Pulau Enggano

53
×

Misteri ABK Arupadhatu 1 Terungkap, Jenazah Surakman Ditemukan di Pulau Enggano

Sebarkan artikel ini

RUBRIKBANTEN — Misteri salah satu korban kapal cepat Arupadhatu 1 yang hilang di perairan Selat Sunda akhirnya terungkap. Jenazah Surakman (60), anak buah kapal (ABK) asal Carita, Kabupaten Pandeglang, ditemukan di Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara.

Ironisnya, saat pertama kali ditemukan warga pada Sabtu (12/9/2026), jenazah tersebut belum diketahui identitasnya. Karena tidak ada keluarga yang datang untuk mengenali, jenazah Surakman sempat dimakamkan di Pulau Enggano.

Banner

Identitas korban baru diketahui setelah dilakukan proses identifikasi melalui pemeriksaan forensik, termasuk pemeriksaan gigi dan pencocokan DNA.

Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea mengatakan, jenazah ditemukan sekitar lima hari setelah kapal Arupadhatu 1 dilaporkan hilang.

“Jenazah ditemukan di Pulau Enggano pada Sabtu 12 September lalu. Hari itu bertepatan dengan hari kelima saat pencarian seluruh korban dilakukan,” kata Maruli, Rabu (23/9/2026).

Menurut Maruli, setelah ditemukan, jenazah menjalani serangkaian pemeriksaan untuk memastikan identitasnya.

Pemeriksaan dilakukan melalui sejumlah metode identifikasi, termasuk pemeriksaan gigi serta pencocokan DNA. Namun, ketika pertama kali ditemukan, tidak ada warga maupun keluarga yang mengenali jenazah tersebut.

Baca juga:  Kapolres Cilegon Tegaskan Sinergitas TNI-Polri Kian Solid, Siap Kawal Kebijakan Pemerintah dan Layani Masyarakat

“Setelah itu dilakukan otopsi, meliputi gigi dan sejumlah pemeriksaan lainnya. Saat ditemukan masyarakat Pulau Enggano, tidak ada yang mengenali sebagai keluarganya, sehingga jenazah sempat dikuburkan,” jelasnya.

Hasil identifikasi kemudian memastikan bahwa jenazah tersebut merupakan Surakman, salah satu dari tiga kru kapal Arupadhatu 1 yang hilang bersama lima wartawan di perairan Selat Sunda.

Hingga Rabu (23/9/2026), jenazah Surakman masih berada di Bengkulu. Polisi berencana membawa jenazah tersebut ke Banten untuk selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga.

“Jenazah rencananya besok akan dibawa ke Banten,” ujar Maruli.

Kapal Hilang Saat Membawa Lima Wartawan

Surakman merupakan satu dari delapan orang yang berada di kapal cepat Arupadhatu 1 saat kapal tersebut membawa lima wartawan untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9/2026).

Kapal kemudian dilaporkan hilang kontak di sekitar perairan Gunung Anak Krakatau.

Lima wartawan yang berada di dalam kapal tersebut yakni M. Bagus Khoirunnas (28), jurnalis Antara; Ari Basuki (52), jurnalis Merdeka; Yudhis (43), jurnalis iNews; Daus (42), jurnalis Anadolu; serta Donal Husni (51), jurnalis lepas.

Baca juga:  HPN 2026 di Banten Jadi Magnet Ekonomi, Andra Soni: Hotel Penuh, UMKM Ikut Panen Manfaat

Sementara tiga kru kapal terdiri dari Warta (55) selaku kapten, Surakman (60) sebagai ABK, serta Heriyanto (49) yang bertugas sebagai pemandu perjalanan.

Operasi pencarian terhadap delapan orang tersebut sebelumnya dilakukan selama 10 hari oleh tim SAR gabungan. Namun hingga operasi resmi dihentikan, tim SAR belum menemukan kapal Arupadhatu 1 maupun tujuh korban lainnya.

Tim gabungan juga telah menyisir sejumlah wilayah perairan dan pulau di sekitar Selat Sunda dalam upaya menemukan para korban.

Penemuan jenazah Surakman di Pulau Enggano kini menjadi perkembangan terbaru dalam kasus hilangnya kapal Arupadhatu 1. Polisi selanjutnya akan membawa jenazah ke Banten untuk proses penyerahan kepada keluarga.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!