SERANG, RUBRIKBANTEN – Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Menaker RI), Yassierli, secara resmi membuka Program Project-Based Learning (PBL) Smart Sector di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Serang. Program ini diyakini sebagai lompatan besar dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk menjawab tantangan dunia industri yang kian dinamis.
PBL menjadi jawaban strategis terhadap kebutuhan tenaga kerja yang kompeten dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Melalui pendekatan ini, para peserta pelatihan tidak hanya diajarkan teori, tetapi juga langsung dilibatkan dalam proyek nyata yang aplikatif.
Wakil Bupati Serang, Muhammad Najib Hamas, yang hadir mewakili Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah, menyambut baik peluncuran PBL yang mencakup berbagai bidang unggulan seperti Smart Farming, Smart IT Creative Skills, Smart Manufacturing, Smart Building, hingga Smart Supply Chain.
“Sebagaimana disampaikan Pak Menteri, pelatihan vokasi kini harus menjawab tantangan masa depan. Tak hanya menjahit, pelatihan akan terus berkembang mengikuti kebutuhan industri yang semakin kompleks,” kata Najib di hadapan awak media.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Serang telah berdiskusi dengan Menaker dan Dirjen Binalavotas, Agung Nur Rohmat, terkait rencana penandatanganan kerja sama (MoU) dalam peningkatan kapasitas SDM serta pelatihan pengurus koperasi.
Najib juga mengajak para pemuda di Kabupaten Serang—lulusan SMA, SMK, dan perguruan tinggi—untuk memanfaatkan berbagai program pelatihan yang kini makin variatif. “Mulai dari pelatihan barista, pendamping wisata, sampai pengelolaan koperasi. Ini adalah ikhtiar agar anak muda bisa mandiri, berkarya, dan menciptakan peluang ekonomi, bukan semata-mata bekerja di pabrik,” imbuhnya.
Dalam sambutannya, Menaker Yassierli menekankan pentingnya menjembatani pelatihan vokasi dengan kebutuhan industri. “Makanya kita buat konsep project-based learning. Target kami melatih 20 ribu peserta dalam program ini. Harapannya, ini bisa menjadi tren baru yang digandrungi anak muda dan mencetak generasi siap kerja yang kompeten,” tegasnya.
Program PBL, lanjut Yassierli, menjadi langkah awal dalam membangun sistem pelatihan berkelanjutan, dengan integrasi magang dan pengembangan karier ke depannya. “Kita coba dulu, nanti kita evaluasi dan tingkatkan kualitasnya,” jelasnya.
Acara peresmian juga dihadiri oleh Dirjen Binalavotas Agung Nur Rohmat, Kepala BBPVP Serang Adi Nugroho, Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia, Rektor Untirta Banten Fatah Sulaiman, dan Kepala Disnakertrans Serang Diana Ardhianty Utami, serta ratusan peserta pelatihan yang antusias mengikuti kegiatan.
Sekadar informasi, Project-Based Learning merupakan metode pembelajaran yang berbasis pada keterlibatan langsung peserta dalam proyek-proyek nyata yang berkaitan dengan dunia kerja dan kehidupan sehari-hari. Melalui pendekatan ini, peserta pelatihan diharapkan mampu mengasah keterampilan secara komprehensif dan aplikatif.
Dengan semangat kolaboratif dan visi ke depan, PBL diharapkan menjadi lokomotif baru dalam memacu produktivitas dan kompetensi tenaga kerja Indonesia.















