SERANG, RUBRIKBANTEN – Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah mengapresiasi kesiapsiagaan Polda Banten dalam menghadapi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang peringatan Hari Buruh Internasional.
Hal tersebut disampaikan Dimyati usai menghadiri Simulasi Pengamanan Dalam Kota (Sispamkota) di Jalan Syech Nawawi Al-Bantani, Banjarsari, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Senin (20/4/2026).
Menurutnya, simulasi yang digelar menunjukkan kesiapan aparat dalam mengantisipasi berbagai kemungkinan di lapangan. Ia menilai tahapan pengamanan yang diperagakan, mulai dari Dalmas Awal, Dalmas Lanjut, hingga Penindakan Huru Hara (PHH), berjalan secara profesional.
“Kalau kita lihat simulasi tadi, jajaran kepolisian sudah siap menangani kemungkinan hal-hal yang terjadi. Ini sangat penting,” ujar Dimyati.
Ia juga menekankan bahwa kesiapan tersebut tidak hanya terlihat dari sisi personel, tetapi juga peralatan dan dukungan anggaran yang telah dipersiapkan dengan matang. Pendekatan persuasif yang dilakukan kepolisian dinilai menjadi kunci dalam menjaga kondusivitas wilayah.
“Di bawah kepemimpinan Pak Hengki, situasi di Banten tidak krusial dan dapat ditangani secara persuasif. Alhamdulillah aman,” tambahnya.
Sementara itu, Kapolda Banten Hengki menjelaskan bahwa simulasi Sispamkota merupakan bagian dari upaya pengamanan peringatan May Day pada 1 Mei mendatang. Kegiatan tersebut melibatkan unsur TNI dan pemerintah daerah guna memberikan rasa aman kepada masyarakat, termasuk para buruh.
“Baik kegiatan bakti sosial, bakti kesehatan, hingga kemungkinan adanya unjuk rasa, semuanya kita amankan,” jelas Hengki.
Ia menegaskan, pelatihan ini bertujuan meningkatkan kesiapan personel, sarana prasarana, serta pemahaman terhadap standar operasional prosedur (SOP) dalam pengamanan aksi massa.
Simulasi juga mencakup berbagai skenario situasi, mulai dari kondisi kondusif (hijau), meningkatnya provokasi, hingga kondisi anarkis (merah). Dalam setiap tahapan, petugas diinstruksikan untuk tetap mengedepankan pendekatan humanis dan negosiasi sebelum melakukan tindakan lanjutan.
“Yang paling utama adalah menjalankan SOP dan melatih kesabaran untuk tidak terprovokasi,” tegasnya.
Hengki juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi. Ia meminta warga memanfaatkan layanan kepolisian melalui nomor 110 untuk memastikan kebenaran informasi.
“Mari kita jaga Banten tetap aman agar pembangunan dapat berjalan demi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.















