CILEGON, RUBRIKBANTEN – Seorang warga Kecamatan Jombang, Kota Cilegon, berinisial LS, diduga nekat menceburkan diri ke aliran Kali Tempe pada Senin malam, sekitar pukul 19.00 WIB. Aksi tersebut diduga kuat dipicu tekanan ekonomi akibat utang yang menumpuk.
Peristiwa ini langsung menyita perhatian Ketua DPRD Kota Cilegon, Rizki Khairul Ichwan, yang turun langsung ke lokasi kejadian bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon untuk memastikan proses penanganan berjalan maksimal.
Istri korban mengungkapkan, sebelum kejadian, LS sempat terlibat cekcok rumah tangga terkait persoalan keuangan. Korban disebut memiliki banyak utang, baik kepada tetangga maupun bank keliling.
“Utangnya banyak. Awalnya ribut dulu, uangnya buat apa, katanya buat modal usaha. Tapi usahanya enggak ada. Utang ke tetangga sekitar Rp700 ribu, ke bank keliling juga,” ujar istri korban dengan suara bergetar.
Kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh adik korban yang melihat LS berada di sekitar saluran listrik sebelum akhirnya tercebur ke sungai.
“Adiknya sempat mengejar, tapi memang benar nyemplung, entah jatuh atau sengaja,” ungkapnya.
LS diketahui merupakan warga Kelurahan Jombang Wetan, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon.
Sementara itu, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banten melaporkan keberhasilan Operasi SAR terhadap korban tenggelam di aliran Kali Tempe, Lingkungan Cigiceh RT 03/RW 01, Kelurahan Gedong Dalem, Kecamatan Jombang. Korban berinisial LS, laki-laki, berhasil ditemukan dalam kondisi selamat meski mengalami hipotermia.
Operasi SAR dimulai pada Selasa malam, 20 Januari 2026, pukul 21.00 WIB. Tim Rescue Basarnas Banten tiba di lokasi pukul 21.28 WIB dan segera berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan. Pencarian dilakukan dengan membagi tim menjadi dua SRU, yakni penyisiran sungai menggunakan perahu fiber sejauh satu kilometer dan penyisiran darat sejauh dua kilometer. Hingga pukul 23.40 WIB, pencarian belum membuahkan hasil dan dilanjutkan keesokan harinya.
Pada Rabu dini hari, 21 Januari 2026, sekitar pukul 04.00 WIB, Tim SAR menerima informasi adanya teriakan minta tolong dari aliran Kali Tempe di belakang RSUD Kota Cilegon. Sepuluh menit kemudian, korban berhasil ditemukan sekitar 400 meter dari lokasi awal kejadian.
Korban langsung dievakuasi ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Kota Cilegon untuk mendapatkan penanganan medis sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga.
Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya Basarnas Banten, BPBD Kota Cilegon, Tagana, TNI, Polri, Damkar, PMI, Pramuka Peduli, Relawan Rescue Banten, serta masyarakat setempat. Selama proses pencarian, kondisi cuaca dilaporkan hujan.
Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan dan masyarakat atas partisipasi aktif, sehingga korban dapat ditemukan dalam kondisi selamat.















