CILEGON, RUBRIKBANTEN – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Cilegon terus mengintensifkan edukasi keselamatan berlalu lintas kepada anak-anak melalui program Polisi Sahabat Anak (PSA). Program yang dilaksanakan atas arahan Kapolres Cilegon AKBP Martua Raja Taripar Laut Silitonga dan Kasat Lantas Polres Cilegon AKP Ridwan ini mendapat antusiasme tinggi dari sekolah-sekolah di wilayah Kota Cilegon.
PS Kanit Kamsel Satlantas Polres Cilegon, AIPDA Uci Sunandar, mengatakan mayoritas peserta program tersebut berasal dari tingkat Taman Kanak-kanak (TK), meski sesekali diikuti siswa Sekolah Dasar (SD).
“Tujuan utama kegiatan ini adalah mengenalkan profesi kepolisian kepada anak-anak sejak usia dini serta memberikan edukasi dasar tentang keselamatan dan rambu-rambu lalu lintas,” ujar Uci saat diwawancarai melalui sambungan telphon kepada rubrikbanten.com, Jumat (19/6/2026).
Dalam kegiatan tersebut, para siswa diajak berkeliling mengenal berbagai fasilitas dan tugas kepolisian, mulai dari ruang pelayanan Call Center 110, Command Center CCTV, hingga melihat langsung kendaraan dinas kepolisian seperti mobil pengawalan, kendaraan taktis, dan water cannon.
Tak hanya itu, anak-anak juga mendapatkan praktik langsung mengenai tata cara penggunaan helm yang benar. Petugas memberikan contoh penggunaan helm yang aman sekaligus mengajarkan pentingnya keselamatan saat berkendara.
“Anak-anak diajarkan cara memakai helm dengan benar, mulai dari memasang hingga mengencangkan tali pengamannya. Edukasi ini penting karena keselamatan harus ditanamkan sejak dini,” jelasnya.
Menurut Uci, antusiasme sekolah terhadap program ini sangat tinggi. Bahkan terdapat sejumlah sekolah yang secara rutin mengikuti kegiatan tersebut selama beberapa tahun berturut-turut.
“Alhamdulillah responsnya sangat baik. Ada sekolah yang sudah tiga tahun berturut-turut berkunjung ke Satlantas. Apalagi program ini tidak dipungut biaya apa pun. Sekolah cukup mengajukan surat permohonan dan menentukan jadwal kunjungan,” katanya.
Dalam satu pekan, Satlantas Polres Cilegon dapat menerima kunjungan hingga empat sekolah, terutama pada Selasa hingga Jumat. Jumlah peserta setiap sekolah pun bervariasi, mulai dari puluhan hingga hampir seratus siswa.
Di akhir kegiatan, para peserta biasanya mendapatkan pengalaman berkeliling lingkungan kantor menggunakan kendaraan dinas kepolisian yang menjadi daya tarik tersendiri bagi anak-anak.
AIPDA Uci juga mengimbau para orang tua agar menjadi teladan bagi anak-anak dalam berlalu lintas, khususnya saat mengantar dan menjemput sekolah.
“Jangan karena jarak sekolah dekat lalu mengabaikan penggunaan helm. Anak-anak belajar dari apa yang mereka lihat setiap hari. Keteladanan orang tua menjadi kunci dalam membangun budaya tertib berlalu lintas sejak usia dini,” pungkasnya.















