JAKARTA, RUBRIKBANTEN – Ketua Umum Relawan All Cipayung Prabowo-Gibran, David Pajung, melontarkan kritik keras terhadap pernyataan Saiful Mujani yang dinilai mengajak publik untuk menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto sebelum masa jabatannya berakhir pada 2029.
David menilai ajakan tersebut cenderung provokatif dan tidak mencerminkan pendekatan akademis yang sehat. Ia menegaskan, hingga saat ini tidak ada parameter pelanggaran konstitusi yang dapat dijadikan dasar untuk melengserkan kepala negara.
“Ini menunjukkan ketidakpahaman terhadap konstitusi dan tidak memberikan pendidikan politik yang benar sebagai seorang akademisi,” ujar David dalam keterangannya di Jakarta, Senin (6/4/2026).
Polemik ini mencuat setelah beredarnya video ceramah Saiful Mujani di media sosial, yang salah satunya diunggah akun Instagram @leveenia. Dalam video tersebut, Saiful menyebut mekanisme formal seperti pemakzulan melalui DPR tidak akan efektif.
“Alternatifnya bukan prosedur formal impeachment. Itu tidak akan jalan. Yang bisa adalah mengonsolidasikan diri untuk menjatuhkan Prabowo,” ucap Saiful dalam rekaman tersebut.
David menilai pernyataan itu berpotensi memicu kegaduhan di tengah situasi global yang penuh tantangan, mulai dari konflik Timur Tengah hingga tekanan ekonomi dunia. Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk tetap menjaga persatuan dan memberikan dukungan konstruktif terhadap pemerintahan saat ini.
Menurutnya, sejumlah kebijakan pemerintah patut diapresiasi, termasuk keputusan untuk tidak menaikkan harga BBM subsidi di tengah tren kenaikan harga energi di berbagai negara.
“Ini menunjukkan ketahanan energi Indonesia mampu meredam dampak krisis global,” katanya.
David juga menyinggung imbauan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad yang mendorong persatuan nasional dalam menghadapi berbagai tantangan kebangsaan.
Ia menambahkan, sebagai akademisi dan pengamat demokrasi, Saiful Mujani seharusnya lebih bijak dalam menyampaikan pendapat, terutama di ruang publik.
“Pernyataan seperti ini berpotensi menciptakan disharmoni sosial dan politik. Apalagi disampaikan dalam forum halal bihalal yang seharusnya membawa suasana sejuk dan penuh kebersamaan,” tutup David.
Diketahui, pernyataan tersebut disampaikan Saiful dalam acara Halal Bihalal Pengamat bertajuk “Sebelum Pengamat Ditertibkan” yang digelar di Beranda Utan Kayu pada Selasa, 31 Maret 2026.















