CILEGON, RUBRIKBANTEN – Dugaan penipuan yang melibatkan lembaga simpan pinjam bernama “Bank Sedanten” di kawasan Pasar Kranggot, Kota Cilegon, mulai mencuat ke publik. Puluhan pedagang mengaku menjadi korban dengan kerugian yang bervariasi, mulai dari puluhan hingga ratusan juta rupiah.
Salah satu korban, Noval Hidayat, mengungkapkan bahwa praktik yang dijalankan pihak bank diduga menyimpang dari ketentuan. Awalnya, para pedagang tertarik untuk menabung dan menyimpan uang mereka dengan iming-iming kemudahan dan keuntungan tertentu.
Namun, seiring waktu berjalan, dana yang disimpan justru tidak bisa ditarik. Bahkan, sebagian nasabah mengaku uang mereka diduga disalahgunakan oleh oknum internal.
“Awalnya kami nabung seperti biasa. Tapi saat mau diambil, tidak bisa. Ternyata uangnya sudah tidak ada, diduga disalahgunakan,” ujar Noval.
Tak hanya itu, para korban juga mengaku menyerahkan sertifikat sebagai jaminan pinjaman. Kini, dokumen penting tersebut ikut tertahan dan belum dikembalikan.
Jumlah korban diperkirakan mencapai puluhan orang. Dari pendataan sementara, ada sekitar 15 hingga lebih dari 70 orang terdampak, dengan nilai kerugian bervariasi antara Rp15 juta hingga Rp80 juta per orang.
Para korban sempat mendatangi kantor “Bank Sedanten” yang berada di sekitar Pasar Kranggot, tidak jauh dari area parkir dekat rumah sakit. Namun, kantor tersebut kini sudah tidak beroperasi.
“Sudah didatangi ke kantor, tapi kosong. Bahkan ke rumah yang bersangkutan di wilayah Cibeber juga tidak ada. Diduga sudah kabur,” lanjutnya.
Sosok yang disebut sebagai pemilik diketahui bernama Ahmad, namun hingga kini keberadaannya tidak diketahui.
Para korban berharap ada perhatian serius dari aparat penegak hukum. Mereka berencana menempuh jalur hukum agar uang yang hilang serta sertifikat yang ditahan bisa segera dikembalikan.
“Kami hanya ingin uang kami kembali dan sertifikat kami dikembalikan,” tegas Noval.
Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil, agar lebih berhati-hati dalam memilih lembaga keuangan dan memastikan legalitasnya sebelum melakukan transaksi.















