CILEGON, RUBRIKBANTEN – PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Banten 1 Suralaya memastikan sistem pembangkit listrik beroperasi dalam kondisi normal dan siap menjaga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat di wilayah Banten hingga Jabodetabek.
Senior Manager PLN IP UBP Banten 1 Suralaya, I Nyoman Buda, mengatakan pembangkit yang dikelola memiliki kapasitas terpasang sebesar 625 megawatt (MW) dan terhubung ke sistem transmisi tegangan ekstra tinggi (SUTET) 500 kV.
“PLN IP UBP Banten 1 Suralaya memiliki kapasitas terpasang 625 MW yang terhubung ke jaringan 500 kV. Dari jaringan tersebut, listrik disalurkan untuk menyuplai berbagai wilayah, mulai dari Balaraja hingga Depok,” ujar Nyoman.
Ia menegaskan, hingga saat ini kondisi operasional pembangkit berjalan normal sehingga mampu memenuhi kebutuhan pasokan listrik sesuai beban sistem.
“Kondisi operasional saat ini normal,” tegasnya.
Terkait pasokan energi primer, Nyoman memastikan tidak ada kendala dalam penyediaan batu bara. Menurutnya, kebutuhan batu bara dipenuhi dari berbagai pemasok dan stok yang tersedia berada pada level aman.
“Pasokan batu bara berasal dari berbagai pemasok. Persediaan yang kami miliki saat ini berada di atas 15 hari operasi, sehingga dalam kondisi aman untuk mendukung operasional pembangkit,” jelasnya.
Ia juga membantah adanya isu mengenai gangguan pasokan batu bara yang dapat memengaruhi operasional pembangkit.
“Tidak ada isu terkait pasokan batu bara. Operasional pembangkit tetap berjalan normal,” katanya.
Dengan kondisi tersebut, PLN IP UBP Banten 1 Suralaya memastikan komitmennya dalam menjaga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat dan sektor industri yang terhubung ke sistem kelistrikan Jawa-Bali, khususnya wilayah Banten dan Jabodetabek.















