Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BantenBeritaDaerahEkonomiKabupaten LebakKementerianNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanPolitikSosial

Pesantren Cabai Banten Melejit! Andra Soni Dorong Model

98
×

Pesantren Cabai Banten Melejit! Andra Soni Dorong Model

Sebarkan artikel ini

LEBAK, RUBRIKBANTEN – Gubernur Banten Andra Soni mendorong replikasi model Pondok Pesantren Agro-Ekosistem Raudhatul Ihsan yang sukses mengembangkan produksi cabai berbasis pertanian modern. Pesantren ini dinilai menjadi terobosan karena memadukan pendidikan keagamaan dengan praktik agribisnis berkelanjutan.

Dalam kunjungannya pada Selasa (10/2/2026), Andra Soni didampingi Bupati Lebak Hasbi Asyidiki Jayabaya meninjau langsung proses budidaya cabai berbasis greenhouse di lingkungan pesantren.

Menurut Andra, konsep pesantren agroekosistem menjadi inovasi penting karena mampu mengintegrasikan pendidikan, pelatihan, hingga produksi pertanian dalam satu ekosistem yang utuh.

“Pesantren Agro-Ekosistem Raudhatul Ihsan memadukan pendidikan agama dengan pengembangan pertanian. Model seperti ini penting karena berbasis pendidikan dan bisa ditransfer ke pesantren-pesantren lain,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengembangan pertanian produktif di pesantren membuka peluang besar bagi kemandirian ekonomi sekaligus memperkuat peran pesantren dalam mendukung ketahanan pangan daerah.

“Pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga pertanian produktif. Ini potensi besar yang perlu diperluas,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Pesantren Raudhatul Ihsan menandatangani kerja sama dengan PT Laukita Bumbu, perusahaan penyuplai kebutuhan pangan jemaah haji. Melalui kolaborasi ini, hasil pertanian pesantren, khususnya cabai, akan diserap untuk kebutuhan bumbu makanan jemaah haji.

Baca juga:  Gubernur Andra Soni Gerak Cepat Tangani Radiasi Cs-137 di Cikande: Target Steril dalam Dua Bulan

“Kolaborasi seperti ini harus diperkuat. Produksi ada, pendampingan ada, dan pasar juga tersedia. Ekosistemnya menjadi lengkap,” ujar Andra.

Sementara itu, Plt Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Banten Lukman Hakim menjelaskan bahwa pesantren tersebut merupakan bagian dari program pembinaan agroekosistem dan kelompok tani binaan BI.

Menurutnya, pengembangan usaha produktif di pesantren tidak hanya memperkuat ekonomi lembaga, tetapi juga membekali santri dengan kompetensi kewirausahaan di sektor pertanian.

BI Banten bersama Institut Pertanian Bogor (IPB) juga telah menjalankan pelatihan dan pendampingan budidaya cabai melalui program pertanian berbasis teknologi atau infratani sejak 2025. Pemanfaatan greenhouse dinilai efektif menjaga produktivitas di tengah curah hujan tinggi serta meningkatkan kualitas panen.

“Usaha produktif terintegrasi yang dikembangkan pesantren mulai pertanian, peternakan hingga perikanan menunjukkan potensi besar pesantren dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Lukman.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!