SERANG, RUBRIKBANTEN – Di tengah laju perubahan zaman yang kian cepat, muncul sosok perempuan muda asal Banten yang mematahkan stigma lama tentang ukuran kesuksesan. Bagi Mariska Damayanti, keberhasilan bukan semata soal jabatan, melainkan seberapa besar dampak yang bisa dirasakan masyarakat.
Kini, Mariska dipercaya mengemban posisi strategis sebagai Wakil Ketua Umum BPD HIPMI Banten. Namun, baginya jabatan tersebut bukan sekadar simbol, melainkan ruang pengabdian untuk mendorong lahirnya inovasi dan kolaborasi di kalangan pengusaha muda.
Sebelum melangkah ke tingkat provinsi, Mariska lebih dulu menapaki perjalanan kepemimpinan sebagai Ketua BPC HIPMI Kabupaten Serang. Pengalaman itu membentuk kepekaannya terhadap potensi lokal yang dinilai belum tergarap maksimal.
“Jika dikelola dengan tepat, potensi lokal dapat menjadi kekuatan ekonomi yang membangun identitas daerah dan memperkuat rasa bangga masyarakat,” ujar Mariska, Minggu (03/04/2026).
Fokusnya kini jelas: mengawinkan sektor pariwisata dengan pelaku UMKM. Ia mendorong hadirnya pusat oleh-oleh khas daerah sebagai etalase produk lokal sekaligus penggerak ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.
Tak hanya aktif di organisasi, Mariska juga dikenal sebagai model yang telah ia tekuni sejak remaja. Namun berbeda dari kebanyakan, ia memanfaatkan dunia modeling sebagai medium promosi daerah.
Sebagai demisioner Ketua Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Kabupaten Serang, ia menjadikan kamera sebagai alat untuk memperkenalkan potensi wisata dan budaya Banten ke khalayak luas melalui konten visual dan media sosial.
“Di saat banyak orang melihat kamera sebagai sorotan, saya melihatnya sebagai jendela untuk memperlihatkan potensi Banten kepada dunia,” katanya.
Di balik kiprah profesionalnya, sisi humanis Mariska menjadi pembeda. Ia aktif menginisiasi berbagai kegiatan sosial, salah satunya “Ramadhan Charity” bersama komunitas fotografer, di mana seluruh biaya registrasi didonasikan untuk kaum dhuafa melalui Dompet Dhuafa.
Tak berhenti di situ, pada Mei 2021 ia juga terlibat langsung dalam aksi solidaritas kemanusiaan untuk Palestina di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta. Baginya, kepedulian adalah langkah awal dari perubahan nyata.
Menatap ke depan, Mariska menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas kreatif. Ia meyakini pembangunan yang inklusif hanya bisa terwujud melalui kerja bersama.
“Kolaborasi adalah tentang saling menguatkan, saling membuka jalan, dan saling percaya untuk membangun masa depan bersama,” ujarnya.
Dengan perpaduan kepemimpinan, semangat kewirausahaan, kreativitas, serta kepedulian sosial, Mariska Damayanti menjelma sebagai representasi perempuan muda yang tak hanya berani bermimpi, tetapi juga bergerak mewujudkannya.
Dari Banten, langkahnya terus berjalan—tenang namun pasti, sederhana namun berdampak.
“Sebab bagi saya, membangun masa depan bukan hanya soal menjadi berhasil, tetapi juga soal menjadi bermanfaat,” tandasnya.















