CILEGON, RUBRIKBANTEN – Pemerintah Kota Cilegon dinilai sudah saatnya mengambil langkah strategis dengan menggandeng seluruh perusahaan dan kawasan industri untuk membangun sekolah vokasi berbasis industri di setiap klaster industri yang ada di Kota Cilegon.
Pengamat Kebijakan Publik, M. Ibrohim Aswadi, menilai sebagai kota industri terbesar di Indonesia, Cilegon memiliki potensi ekonomi yang sangat besar. Namun, potensi tersebut harus diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia (SDM) lokal yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia industri.
“Jangan hanya membangun pabrik di Kota Cilegon, tetapi kita juga harus bertanggung jawab membangun SDM Cilegon sejak dini agar mampu mengisi bahkan memimpin industri tersebut,” ujar Ibrohim.
Menurutnya, pendidikan vokasi harus menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah. Sekolah vokasi berbasis industri perlu dibangun melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, perusahaan, kawasan industri, perguruan tinggi, SMK, serta Balai Latihan Kerja (BLK).
Ia menjelaskan, kurikulum sekolah vokasi harus disusun berdasarkan kebutuhan nyata industri, dilengkapi dengan program magang, praktik kerja lapangan, sertifikasi profesi, serta keterlibatan langsung para pelaku industri dalam proses pembelajaran.
“Targetnya jelas, mencetak lulusan yang siap bekerja sejak hari pertama mereka lulus. Perusahaan mendapatkan tenaga kerja yang kompeten, sementara putra-putri daerah memiliki peluang lebih besar untuk bekerja di industri yang berada di Kota Cilegon,” katanya.
Ibrohim mengusulkan agar sekolah vokasi dibangun sesuai dengan karakteristik klaster industri yang ada di Cilegon, seperti sekolah vokasi industri kimia, industri baja, pelabuhan dan logistik, energi, manufaktur, hingga sektor pendukung industri lainnya.
Menurutnya, langkah tersebut akan menjadi solusi konkret dalam menekan angka pengangguran, meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal, sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Karena itu, ia mendorong Pemerintah Kota Cilegon segera menginisiasi forum kolaborasi bersama seluruh perusahaan, kawasan industri, perguruan tinggi, SMK, dan BLK untuk menyusun peta jalan pembangunan sekolah vokasi berbasis industri.
“Dengan semangat kolaborasi, Kota Cilegon tidak hanya dikenal sebagai kota industri, tetapi juga menjadi pusat lahirnya tenaga kerja unggul yang mampu memenuhi kebutuhan industri nasional hingga pasar global,” pungkasnya.















