Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BeritaDaerahKementerianKota CilegonNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanPolitikSosial

Pedagang Pasar Kranggot Dukung Parkir Dikelola Pemkot, Tapi Minta Tarif Tak Mencekik

69
×

Pedagang Pasar Kranggot Dukung Parkir Dikelola Pemkot, Tapi Minta Tarif Tak Mencekik

Sebarkan artikel ini

CILEGON, RUBRIKBANTEN – Wacana Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon memberlakukan pungutan parkir di kawasan Pasar Kranggot mendapat respons positif dari para pedagang.

Pedagang mendukung rencana tersebut sepanjang pengelolaan parkir benar-benar membuat kendaraan pengunjung lebih tertata, memberikan rasa aman, serta tidak membebani masyarakat dengan tarif yang berlebihan.

Banner

Rohim, pedagang sayur di Pasar Kranggot, mengatakan dirinya tidak keberatan apabila parkir dikelola pemerintah. Namun, ia meminta tarif yang diberlakukan tetap dalam batas kewajaran.

“Kalau demi keamanan, saya sih setuju. Terus bayar parkirnya jangan melebihi batas, normalnya Rp2 ribu saja,” kata Rohim, Senin (28/9/2026).

Menurut Rohim, pemberlakuan pungutan parkir tidak akan banyak mempengaruhi jumlah pengunjung maupun aktivitas jual beli di pasar. Sebab, selama ini masyarakat yang datang ke Pasar Kranggot juga sudah terbiasa membayar parkir.

“Kalau misalnya bayarnya normal, tidak masalah. Biasanya juga memang bayar parkir. Yang penting jangan melebihi batas,” ujarnya.

Dukungan serupa disampaikan Nunung, pedagang daging ayam di Pasar Kranggot. Ia menilai pengelolaan parkir secara resmi justru dapat memberikan keuntungan bagi pedagang apabila dibarengi dengan penataan yang lebih rapi.

Baca juga:  Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Kapolres Cilegon Bedah Rumah Keluarga Purnawirawan Polri

Menurutnya, kondisi parkir yang tidak tertata kerap membuat kendaraan pengunjung diparkir sembarangan, termasuk di depan lapak pedagang. Kondisi tersebut dinilai dapat mengganggu aktivitas masyarakat yang hendak berbelanja.

“Kalau dikelola parkirnya, dirapikan, tidak apa-apa. Soalnya kalau tidak ada parkir, pada parkir di depan lapak, sembarangan, ganggu orang belanja,” kata Nunung.

Meski menyambut positif wacana tersebut, Rohim dan Nunung mengaku belum mengetahui secara pasti terkait rencana pungutan parkir yang akan dikelola Pemkot Cilegon.

Keduanya mengaku belum pernah mendapatkan sosialisasi mengenai rencana tersebut dari pemerintah.

“Maunya sih ada sosialisasi, soalnya kita tidak tahu di sini soal itu. Belum ada pemberitahuan kalau di sini. Tidak tahu kalau ke yang lain,” tutupnya.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!