CILEGON, RUBRIKBANTEN — Peringatan Hari Teater Dunia di Kota Cilegon tahun ini tampil berbeda. Melalui kegiatan Panggung Ekspresi, kolaborasi antara Cilegon Night Vibes dan Forum Teater Cilegon (FTC), seni pertunjukan dihadirkan langsung ke ruang publik.
Acara yang digelar Sabtu malam, 28 Maret 2026 di Alun-Alun Kota Cilegon ini menyuguhkan beragam pertunjukan, mulai dari monolog, teatrikal, ekspresi performatif hingga kolaborasi lintas komunitas seni.
Koordinator Cilegon Night Vibes, Ahmad Sunandar, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar hiburan, tetapi juga ruang edukasi budaya bagi masyarakat.
“Cilegon Night Vibes ingin menjadikan ruang publik bukan hanya tempat berkumpul, tetapi juga ruang apresiasi seni. Momentum Hari Teater Dunia ini menjadi kesempatan mempertemukan masyarakat dengan teater secara langsung dan santai,” ujarnya.
Ia menegaskan, konsep terbuka sengaja diusung agar seni pertunjukan tidak lagi terasa eksklusif, melainkan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga kota.
Sementara itu, Koordinator Forum Teater Cilegon, Fathu Rizki, menilai kehadiran teater di ruang publik menjadi langkah strategis dalam memperluas jangkauan seni, khususnya bagi generasi muda.
“Teater harus hadir di tengah masyarakat. Ketika panggung berpindah ke ruang publik, dialog antara seniman dan warga menjadi lebih hidup. Ini bukan hanya pertunjukan, tapi perayaan ekspresi bersama,” ungkapnya.
Menurutnya, Panggung Ekspresi juga menjadi wadah regenerasi pelaku seni lokal sekaligus memperkuat ekosistem teater di Kota Cilegon.
Dengan konsep inklusif dan penuh kreativitas, kegiatan ini diharapkan menjadi simbol bahwa teater tetap hidup, relevan, dan mampu menyatu dengan denyut kehidupan masyarakat.













