CILEGON, RUBRIKBANTEN – Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Dudy Purwagandhi, angkat bicara soal kabar adanya antrian kendaraan yang disebut-sebut mencapai lima jam di Dermaga Eksekutif Pelabuhan Merak. Ia dengan tegas membantah informasi tersebut, bahkan menyelipkan candaan dalam klarifikasinya.
Dalam kunjungannya ke Pelabuhan Merak pada Sabtu dini hari (23/03/2025), Dudy memastikan bahwa arus kendaraan menuju kapal penyeberangan jauh lebih tertib dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. “Dermaga eksekutif tidak ada antrian,” tegas Dudy di sela-sela pengecekan arus mudik.
Ia menjelaskan, sejak tanggal 21 Maret, pihak Kementerian Perhubungan telah menerjunkan drone guna memantau pergerakan kendaraan di area pelabuhan. Hasil pemantauan menunjukkan bahwa kemacetan panjang yang biasa terjadi di masa mudik sudah bisa diminimalisir. “Antrian hanya untuk naik ke kapal, tidak sampai keluar pelabuhan seperti dulu,” jelasnya.
Terkait kabar antrian panjang hingga lima jam, Dudy meragukan kebenarannya. “Saya sedikit tidak yakin sampai lima jam. Terus terang, setiap satu jam itu kami monitor pergerakan antrian di dalam pelabuhan,” ujarnya. Ia pun sempat melontarkan candaan, “Mungkin lima jam barangkali plus tidur.”
Meski demikian, keluhan sejumlah pemudik soal lamanya waktu tunggu di Dermaga Eksekutif Merak tetap mencuat di berbagai media. Mereka mengaku harus menunggu lama sebelum akhirnya bisa menaiki kapal.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, saat ini di dermaga tersebut masih dilakukan perbaikan pada Movable Bridge (MB) yang sebelumnya rusak akibat tertabrak kapal beberapa hari lalu. Kondisi ini diduga turut mempengaruhi kecepatan proses naik turun kendaraan dari kapal. (*)















