Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BeritaDaerahEkonomiHukum dan KriminalKementerianKesehatanKota CilegonNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanPolitikSosial

Keluarga Korban Penusukan di Flyover Merak Apresiasi Kepedulian Robinsar-Fajar, Bantuan Rp30 Juta Jadi Harapan Kesembuhan Jahidi

64
×

Keluarga Korban Penusukan di Flyover Merak Apresiasi Kepedulian Robinsar-Fajar, Bantuan Rp30 Juta Jadi Harapan Kesembuhan Jahidi

Sebarkan artikel ini

CILEGON, RUBRIKBANTEN – Kepedulian Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon di bawah kepemimpinan Wali Kota Robinsar dan Wakil Wali Kota Fajar Hadi Prabowo terhadap warganya yang tengah menghadapi musibah mendapat apresiasi dari keluarga Jahidi, korban dugaan penusukan di sebuah bengkel kawasan Flyover Merak, Kota Cilegon.

Istri korban, Lena, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian pemerintah, mulai dari langkah asesmen yang dilakukan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Cilegon hingga kunjungan langsung Wali Kota Robinsar bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cilegon ke kediaman keluarganya, Rabu (14/10/2026).

Banner

Kunjungan tersebut menjadi penyemangat tersendiri bagi keluarga yang tengah berjuang menghadapi kondisi kesehatan Jahidi setelah menjalani operasi kepala, sekaligus menanggung beban biaya pengobatan yang mencapai sekitar Rp150 juta.

Tak hanya memberikan dukungan moril, Robinsar bersama BAZNAS Kota Cilegon juga menyerahkan bantuan dengan total Rp30 juta. Bantuan tersebut berasal dari dana pribadi Robinsar sebesar Rp15 juta dan BAZNAS Kota Cilegon sebesar Rp15 juta.

Lena mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan kepada suaminya. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti untuk meringankan beban keluarga, terutama dalam menghadapi tunggakan biaya rumah sakit dan kebutuhan pendidikan anak-anaknya.

“Alhamdulillah, terima kasih kepada Bapak Wali Kota atas kunjungan dan bantuannya. Semoga bisa membantu tagihan rumah sakit. Anak juga kuliah, dapat dibantu juga dari Bapak Wali Kota,” ujar Lena saat ditemui di kediamannya, Rabu (14/10/2026).

Ia pun mendoakan agar Robinsar senantiasa diberikan kesehatan dan keberhasilan dalam menjalankan amanah memimpin Kota Cilegon.

“Semoga sukses selalu Bapak Wali Kota,” ucapnya.

Dari Asesmen Dinsos hingga Kunjungan Langsung Wali Kota

Perhatian Pemkot Cilegon terhadap keluarga Jahidi sebelumnya diawali melalui Dinas Sosial yang melakukan asesmen setelah menerima informasi mengenai kondisi korban dan kesulitan ekonomi yang dihadapi keluarganya.

Baca juga:  Jenazah Surakman, ABK Arupadatu 1 yang Hilang di Selat Sunda, Teridentifikasi di Pulau Enggano

Kepala Dinas Sosial Kota Cilegon, Hj. Lia Nurlia Mahatma, sebelumnya menyampaikan bahwa pihaknya telah memeriksa status kepesertaan BPJS Kesehatan milik Jahidi dan berupaya mencari alternatif bantuan melalui koordinasi lintas sektor.

Dinsos juga mempertimbangkan kemungkinan mengusulkan bantuan kepada BAZNAS Kota Cilegon untuk meringankan beban keluarga korban.

Upaya tersebut kemudian diikuti dengan kunjungan langsung Wali Kota Cilegon Robinsar bersama BAZNAS, unsur kecamatan, kelurahan, serta pengurus lingkungan setempat.

Robinsar mengatakan, kedatangannya merupakan bentuk kepedulian terhadap warga yang sedang mengalami musibah, sekaligus memastikan kondisi Jahidi setelah menjalani tindakan medis.

“Alhamdulillah hari ini saya didampingi BAZNAS Cilegon, Pak Camat, Pak Lurah, RT dan RW. Tadi kita silaturahmi menjenguk Pak Jahidi, salah satu korban penusukan. Alhamdulillah masih diberikan umur panjang, sudah mendapatkan tindakan di rumah sakit dan sekarang sudah pulang, meskipun masih dalam pemulihan,” ujar Robinsar.

Robinsar menjelaskan, bantuan yang diberikan diharapkan dapat membantu mengurangi beban biaya pengobatan yang masih harus ditanggung keluarga.

“Dari BAZNAS tadi Rp10 juta, ditambah lagi Rp5 juta, jadi Rp15 juta. Saya juga secara pribadi Rp15 juta. Nanti kita coba bantu cari yang lain juga,” ungkapnya.

Meski bantuan telah disalurkan, Robinsar menyadari persoalan biaya pengobatan Jahidi belum sepenuhnya terselesaikan. Karena itu, komunikasi dengan sejumlah pihak akan terus diupayakan untuk mencari solusi lanjutan.

Pendidikan Anak Jahidi Juga Mendapat Perhatian

Selain membantu biaya pengobatan, Robinsar turut memberikan perhatian terhadap masa depan pendidikan anak-anak Jahidi.

Diketahui, Jahidi memiliki dua anak yang masih menempuh pendidikan, masing-masing di bangku perguruan tinggi dan sekolah dasar.

Salah satu anak Jahidi yang sedang berkuliah diketahui telah mendaftarkan diri dalam program Beasiswa Cilegon Juare.

Robinsar meminta agar kondisi keluarga tersebut mendapatkan perhatian dalam proses penerimaan beasiswa dengan tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku.

Baca juga:  KKB x BIF 2026 Tembus Transaksi Rp15,85 Miliar, BI Banten Dorong UMKM Naik Kelas dan Perluasan Investasi

“Tadi anaknya juga saya minta karena masih kuliah, alhamdulillah putranya juga sedang daftar di Beasiswa Cilegon Juare. Jadi atensi supaya bisa masuk program penerimaan,” katanya.

Perhatian terhadap pendidikan anak korban dinilai penting mengingat Jahidi sebagai kepala keluarga belum dapat kembali bekerja secara optimal akibat luka serius yang dialaminya.

Keluarga Berharap Kasus Penusukan Segera Terungkap

Di tengah rasa syukur atas bantuan yang diterima, Lena juga menyimpan harapan besar agar aparat kepolisian segera mengungkap peristiwa dugaan penusukan yang menimpa suaminya.

Ia berharap pelaku dapat ditemukan sehingga keluarga memperoleh kepastian hukum atas kejadian tersebut.

“Supaya diusutlah, biar cepat ketemu pelakunya,” tegas Lena.

Diketahui, Jahidi mengalami luka serius di bagian kepala setelah peristiwa yang terjadi di sebuah bengkel kawasan Flyover Merak pada Jumat (25/9/2026) dini hari.

Akibat kejadian tersebut, Jahidi harus menjalani operasi di Rumah Sakit Krakatau Steel (RS KS), Cilegon.

Berdasarkan keterangan keluarga sebelumnya, total biaya pengobatan mencapai sekitar Rp150 juta. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp80 juta telah dibayarkan, sedangkan sisanya diperkirakan mencapai Rp70 juta.

Dengan adanya bantuan Rp30 juta dari Robinsar dan BAZNAS, keluarga kini memiliki tambahan dukungan keuangan untuk menghadapi biaya pengobatan. Namun, penyelesaian seluruh tagihan masih membutuhkan tindak lanjut.

Sementara itu, dugaan tindak pidana yang menimpa Jahidi masih memerlukan kepastian dari hasil penyelidikan kepolisian.

Bagi Lena dan keluarganya, perhatian pemerintah bukan semata-mata dinilai dari besaran bantuan yang diberikan, melainkan juga kehadiran dan kepedulian di tengah kondisi sulit yang sedang mereka hadapi.

Keluarga berharap dukungan tersebut dapat menjadi jalan bagi pemulihan kesehatan Jahidi, keberlanjutan pendidikan anak-anaknya, serta terwujudnya kepastian hukum atas peristiwa yang menimpa kepala keluarga mereka.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!