Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BantenBeritaDaerahEkonomiKementerianKota CilegonNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanPolitikSosial

Jangan Korbankan Warisan Bangsa Demi Tambang: Dewan Kebudayaan Cilegon Dukung Fadli Zon Bela Raja Ampat

258
×

Jangan Korbankan Warisan Bangsa Demi Tambang: Dewan Kebudayaan Cilegon Dukung Fadli Zon Bela Raja Ampat

Sebarkan artikel ini

CILEGON, RUBRIKBANTEN – Ketua Dewan Kebudayaan Kota Cilegon, Ayatullah Khumaeni, menyatakan dukungan tegas terhadap langkah Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia yang dipimpin oleh Fadli Zon dalam menyikapi polemik tambang nikel di kawasan Raja Ampat, Papua Barat.

Fadli Zon sebelumnya melontarkan kritik keras terhadap aktivitas tambang di wilayah yang dikenal sebagai situs sejarah dan pusat kekayaan budaya tak ternilai. Menurutnya, kegiatan tersebut berpotensi merusak ekosistem budaya dan warisan sejarah yang telah diakui dunia.

Banner

Ayatullah Khumaeni menyambut baik pernyataan tersebut dan menyebutnya sebagai refleksi penting bagi seluruh pemangku kebijakan. Ia menekankan bahwa pembangunan ekonomi tidak boleh berdiri sendiri, melainkan harus berjalan selaras dengan pelestarian budaya dan lingkungan.

“Jangan sampai kekayaan budaya dan sejarah Papua, khususnya Raja Ampat, dikorbankan demi keuntungan jangka pendek,” ujarnya.

Ia menyatakan bahwa warisan budaya Indonesia, baik berupa benda maupun nilai-nilai tak benda, perlu dijaga dengan pendekatan berkelanjutan yang berpihak pada ekosistem budaya lokal.

Situasi di Raja Ampat, menurutnya, menjadi cermin tantangan nasional yang bisa terjadi di berbagai daerah lain—termasuk Kota Cilegon yang kini tengah mengembangkan narasi budaya sebagai pilar pembangunan daerah.

Baca juga:  Bayar Pajak Dapat Hadiah! Samsat Balaraja Hujani Warga dengan Bingkisan Spesial Kemerdekaan

“Pembangunan seharusnya mengandung nilai-nilai kultural. Investasi dan eksplorasi sumber daya alam harus disertai kajian budaya dan pertimbangan lingkungan yang komprehensif,” tegasnya.

Ayatullah juga menyerukan agar masyarakat adat dan komunitas budaya lokal dilibatkan secara aktif dalam setiap proyek pembangunan, utamanya proyek industri berskala besar. Ia menilai kelompok ini seringkali menjadi pihak pertama yang terdampak, namun paling jarang didengar.

Untuk itu, ia mendorong agar setiap proyek strategis nasional, khususnya yang menyentuh kawasan budaya dan adat, wajib melibatkan ahli budaya, sejarawan, dan perwakilan masyarakat lokal sejak tahap perencanaan.

Sebagai penutup, Ketua Dewan Kebudayaan Kota Cilegon menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya melestarikan budaya, khususnya di kalangan generasi muda.

“Mari kita belajar dari Raja Ampat. Jangan sampai situs budaya kita di Cilegon pun mengalami nasib yang sama. Warisan budaya bukan hanya untuk dikenang, tapi untuk dijaga bersama,” pungkasnya.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!