CILEGON, RUBRIKBANTEN – Ikatan Mahasiswa Cilegon (IMC) menyampaikan keprihatinan mendalam atas dugaan keterlibatan oknum anggota Satuan Polisi Pamong Praja dalam peredaran narkoba jenis sabu. Kasus tersebut dinilai mencoreng integritas aparat penegak peraturan daerah yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat.
Jamhuri, anggota bidang PAO IMC, menegaskan bahwa keterlibatan aparat dalam jaringan narkoba bukan sekadar tindakan kriminal individu, melainkan bentuk pengkhianatan terhadap kepercayaan publik.
“Kami menyampaikan keprihatinan mendalam atas dugaan keterlibatan oknum anggota Satpol PP dalam peredaran narkoba jenis sabu. Aparat yang seharusnya menjaga ketertiban justru diduga terlibat dalam aktivitas yang merusak masa depan generasi bangsa,” ujarnya.
Ia menambahkan, keterlibatan aparatur negara dalam peredaran narkoba berpotensi menjadi ancaman serius terhadap keamanan, terlebih jika yang bersangkutan memiliki akses terhadap informasi atau kewenangan tertentu yang dapat disalahgunakan.
“Ini bukan sekadar pelanggaran individu, tetapi sudah merusak citra institusi pemerintah secara keseluruhan. Tidak ada ruang negosiasi bagi pihak yang merusak integritas negara,” tegasnya.
IMC juga mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus tersebut secara transparan tanpa adanya tebang pilih. Selain itu, mereka meminta adanya sanksi tegas bagi pihak yang terbukti bersalah sesuai ketentuan hukum yang berlaku, serta evaluasi menyeluruh terhadap institusi terkait guna mencegah kasus serupa terulang.
“Kami percaya penegakan hukum yang adil dan transparan merupakan kunci menjaga kepercayaan publik terhadap institusi negara,” tutupnya.















