CILEGON, RUBRIKBANTEN – Kontingen Kota Cilegon menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Provinsi Banten 2026. Para pelajar jenjang SD dan SMP berhasil membawa pulang sejumlah piala dari berbagai cabang perlombaan bahasa daerah.
Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kota Cilegon, Tati Fatayati, mengungkapkan rasa bangga atas pencapaian para peserta yang mampu bersaing dengan kontingen dari daerah lain di Provinsi Banten.
Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa pelajar Kota Cilegon memiliki kemampuan dan potensi besar dalam melestarikan bahasa serta budaya daerah melalui berbagai kegiatan kreatif.
“Alhamdulillah, kontingen dari Kota Cilegon borong piala banyak sekali. Ini menjadi kebanggaan bagi kita semua, khususnya jajaran Dinas Pendidikan dan para pendamping,” ujar Tati saat diwawancarai, Jumat (16/10/2026).
Tati menjelaskan, FTBI merupakan kegiatan yang dilaksanakan secara berjenjang, mulai dari tingkat kecamatan, kota, hingga provinsi. Festival tersebut menjadi wadah bagi generasi muda untuk menunjukkan keterampilan berbahasa daerah sekaligus menjaga warisan budaya agar tidak tergerus perkembangan zaman.
Dalam kompetisi tingkat provinsi tersebut, Kota Cilegon mengirimkan sebanyak 14 peserta dari jenjang SD dan SMP untuk mengikuti tujuh mata lomba.
Sejumlah perlombaan yang diikuti antara lain pidato bahasa daerah, nembang, cipta puisi, hingga komedi atau ngabodor menggunakan bahasa daerah.
Dari tujuh mata lomba yang dipertandingkan, Tati menyebut kontingen Cilegon berhasil meraih penghargaan pada hampir seluruh cabang perlombaan.
“Dari tujuh mata lomba, kalau tidak salah hanya satu yang tidak mendapatkan juara. Selebihnya ada yang juara satu, juara dua, dan juara tiga. Pokoknya nama Cilegon terus disebut,” ungkapnya.
Ia mengakui, pada awal pengumuman pemenang, rombongan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Cilegon sempat merasa khawatir kontingennya tidak memperoleh penghargaan.
Namun, kekhawatiran tersebut berubah menjadi kebanggaan setelah nama Kota Cilegon berulang kali diumumkan sebagai pemenang dalam berbagai kategori.
“Tadinya sempat deg-degan, jangan-jangan kita tidak dapat. Ternyata begitu pengumuman dimulai, Cilegon terus disebut. Tentu ini sangat membanggakan,” tuturnya.
Tati menambahkan, persaingan dalam FTBI tingkat Provinsi Banten cukup ketat karena melibatkan peserta dari berbagai kabupaten dan kota dengan karakteristik bahasa daerah yang beragam, seperti Jawa Cilegon-Serang, Sunda, dan Betawi.
Keberhasilan kontingen Cilegon, menurutnya, bukan sekadar persoalan memenangkan perlombaan, tetapi juga menjadi indikator positif dalam upaya menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa ibu.
Prestasi tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi sekolah-sekolah di Kota Cilegon untuk terus mengembangkan pembelajaran bahasa daerah, membina bakat peserta didik, serta memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan kemampuan mereka.
Capaian ini sekaligus menjadi kebanggaan dunia pendidikan Kota Cilegon dan menunjukkan bahwa pelestarian bahasa daerah dapat berjalan beriringan dengan pengembangan kreativitas serta prestasi pelajar.















