Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BantenBeritaDaerahHukum dan KriminalKementerianKesehatanKota SerangNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanPolitikSosial

Hari ke-10, SAR Arupadhatu I Dihentikan, 8 Orang Masih Misterius di Selat Sunda

146
×

Hari ke-10, SAR Arupadhatu I Dihentikan, 8 Orang Masih Misterius di Selat Sunda

Sebarkan artikel ini

SERANG, RUBRIKBANTEN – Harapan menemukan kapal Arupadhatu I beserta delapan orang yang hilang kontak di perairan Selat Sunda harus menghadapi titik berat. Setelah sepuluh hari pencarian, operasi SAR Gabungan resmi dihentikan pada Kamis (17/9/2026).

Penghentian tersebut dilakukan setelah masa perpanjangan operasi selama tiga hari berakhir. Selama pencarian sejak hari pertama hingga hari ke-10, Tim SAR Gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun delapan orang yang berada di dalamnya.

Banner

Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, keputusan penghentian operasi diambil setelah Tim SAR Gabungan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh proses pencarian.

“Secara umum tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun penumpang atau awak yang berada di kapal tersebut,” ujar Andra Soni di Carita, Kabupaten Pandeglang, Kamis (17/9/2026).

Selama operasi berlangsung, Tim SAR Gabungan menemukan sedikitnya 13 objek di sejumlah titik pencarian. Temuan tersebut di antaranya jaket pelampung atau life jacket, terpal, helm, serta sejumlah material lainnya.

Namun, setelah dilakukan pemeriksaan dan konfirmasi oleh unsur Polairud, seluruh objek tersebut dipastikan tidak memiliki keterkaitan dengan Arupadhatu I.

Baca juga:  Indosat Ooredoo Hutchison Hujani Pelanggan Setia dengan Promo Spesial di Hari Pelanggan Nasional 2025

“Dari 13 objek yang ditemukan, setelah dicek dan diteliti, dinyatakan tidak terhubung dengan Arupadhatu I,” katanya.

Andra menegaskan, penghentian operasi SAR aktif merupakan kewenangan Basarnas selaku koordinator operasi SAR Gabungan. Keputusan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan hasil evaluasi serta efektivitas pencarian selama sepuluh hari.

“Dengan berat hati, pelaksanaan operasi SAR Gabungan dinyatakan dihentikan,” ujarnya.

Meski demikian, penghentian operasi aktif tidak serta-merta menutup seluruh peluang ditemukannya Arupadhatu I. Andra mengapresiasi seluruh unsur yang telah terlibat dalam pencarian, mulai dari TNI, Polri, pemerintah daerah, relawan hingga masyarakat.

Sementara itu, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad memastikan pemantauan terhadap Arupadhatu I tetap dilakukan meski operasi SAR aktif telah ditutup.

Pemantauan pasif akan dilakukan melalui sejumlah instrumen dan unsur yang berada di perairan Selat Sunda, di antaranya Sistem Pemantauan Pergerakan Kapal atau VTS, armada Pangkalan TNI AL (Lanal), Polairud, serta kapal-kapal niaga yang melintas.

“Operasi SAR tidak berhenti sampai di sini. Kami tetap melakukan pemantauan melalui berbagai unsur yang berpatroli maupun kapal yang melintas,” kata Al Amrad.

Baca juga:  Sekda Banten Deden Apriandi Jadi Teladan GEMAR, Dampingi Langsung Putrinya Ambil Rapor

Menurutnya, pemantauan tersebut dilakukan untuk menangkap informasi baru yang berpotensi mengungkap keberadaan Arupadhatu I beserta delapan orang yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.

“Apabila ke depan ditemukan tanda-tanda keberadaan mereka, operasi SAR akan langsung kami buka kembali,” tegasnya.

Dengan demikian, meski operasi pencarian aktif resmi berakhir pada hari ke-10, pintu untuk kembali melakukan pencarian tetap terbuka apabila muncul informasi atau tanda-tanda baru terkait keberadaan Arupadhatu I.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!