CILEGON, RUBRIKBANTEN — Pemerintah Kota Cilegon memastikan honor guru ngaji dan guru madrasah pada tahun anggaran 2025 terbayarkan secara penuh dan tepat waktu. Kepastian ini sekaligus menjadi penegasan bahwa persoalan defisit anggaran yang sempat terjadi pada tahun sebelumnya tidak kembali terulang.
Wali Kota Cilegon Robinsar mengatakan, pengalaman pahit pada tahun 2024 saat sebagian honor guru ngaji dan guru madrasah belum terbayarkan hingga akhir tahun menjadi bahan evaluasi serius bagi pemerintahannya dalam menyusun dan menjalankan anggaran.
“Alhamdulillah, di tahun 2025 ini hak-hak guru ngaji dan guru madrasah yang tahun kemarin sempat tidak terbayarkan di akhir tahun, kini bisa kami realisasikan. Pengalaman 2024 menjadi catatan penting agar persoalan itu tidak terulang,” ujar Robinsar, Kamis (8/1/2026).
Menurutnya, keberhasilan pembayaran honor tersebut merupakan hasil dari langkah efisiensi, refocusing anggaran, serta rasionalisasi pendapatan daerah yang dilakukan secara terencana dan terukur sejak awal tahun anggaran.
“Dengan efisiensi, refocusing, dan rasionalisasi pendapatan yang kami lakukan, semuanya berjalan baik. Guru-guru madrasah sejak awal memang menjadi atensi utama kami agar hak-hak masyarakat dapat terbayarkan,” tegasnya.
Robinsar menekankan, guru ngaji dan guru madrasah memegang peran strategis dalam membangun karakter, moral, dan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat. Karena itu, pemenuhan hak mereka menjadi prioritas Pemerintah Kota Cilegon sejak tahap perencanaan anggaran, sebagai bentuk komitmen terhadap pendidikan keagamaan dan kesejahteraan para pendidik.















