Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BeritaDaerahKementerianKota CilegonNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanPolitikSosial

Guru Naleks di Cilegon Masih Terbatas, Dindikbud Andalkan Sistem Tukar Guru

66
×

Guru Naleks di Cilegon Masih Terbatas, Dindikbud Andalkan Sistem Tukar Guru

Sebarkan artikel ini

CILEGON, RUBRIKBANTEN – Pengajaran bahasa Jawa Cilegon atau Naleks di sejumlah sekolah di Kota Cilegon masih menghadapi keterbatasan tenaga pengajar. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Cilegon mengakui belum adanya guru yang secara khusus memiliki spesialisasi mengajar bahasa Jawa Cilegon.

Kepala Dindikbud Kota Cilegon Heni Anita Susila mengatakan, keterbatasan tersebut membuat sekolah harus menerapkan pola pertukaran guru dalam pembelajaran muatan lokal Naleks.

Banner

“Guru-guru di Cilegon sendiri tidak semuanya bisa bahasa Cilegon yang Naleks itu,” kata Heni saat diwawancarai usai menghadiri peluncuran program Dewan Pendidikan Kota Cilegon yang digelar di Aula Diskominfo, Kamis (27/8/2026).

Menurutnya, ketika terdapat guru yang menguasai bahasa Jawa Cilegon dan guru lainnya tidak, sekolah dapat mengatur pembelajaran dengan sistem saling menggantikan. Guru yang menguasai Naleks mengajar kelas yang memiliki muatan lokal tersebut, sementara guru lain mengambil alih pembelajaran di kelasnya.

Heni menegaskan kondisi tersebut bukan berarti Dindikbud mengabaikan pelestarian bahasa Jawa Cilegon. Pihaknya secara rutin mengupayakan peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan bagi guru yang mengajar muatan lokal Naleks.

Baca juga:  Bupati Ratu Zakiyah Pimpin Ziarah ke Makam Ulama dan Pahlawan Nasional Jelang Hari Jadi ke-499 Kabupaten Serang

“Dindik selalu mengupayakan peningkatan sumber daya manusia, khususnya bahasa Jawa Cilegon yang bebasan itu,” ujarnya.

Namun, ia mengakui pelaksanaan pelatihan masih menghadapi kendala, terutama keterbatasan anggaran dan sumber daya manusia.

Di sisi lain, belum terdapat guru yang secara khusus berstatus sebagai spesialis pengajar Naleks. Guru Naleks umumnya masih merangkap sebagai guru kelas di jenjang SD atau guru mata pelajaran lain di tingkat SMP.

“Belum ada. Jadi guru Naleks itu biasanya merangkap menjadi guru kelas atau guru mata pelajaran yang lain di SMP yang bisa bahasa Cilegon,” jelas Heni.

Heni menjelaskan, pembelajaran Naleks sendiri diberikan sebanyak dua jam pelajaran dalam sepekan. Bahasa Jawa Cilegon merupakan salah satu pilihan muatan lokal yang diatur dalam Peraturan Wali Kota (Perwal) Cilegon.

Selain Naleks, terdapat sejumlah pilihan muatan lokal lainnya, seperti pencak silat Tiga Pilar, batik, serta kesenian tradisional Cilegon.

“Muatan lokal sifatnya tidak wajib. Boleh pencak silat Tiga Pilar, boleh batik, dan boleh juga kesenian tradisional Cilegon,” ungkapnya.

Meski demikian, saat ini Naleks dan pencak silat menjadi dua muatan lokal yang paling banyak dipilih sekolah.

Baca juga:  Pemuda Turun ke Sungai: KNPI Cilegon Deklarasikan Perang terhadap Sampah dan Pencemaran

Untuk mendukung pembelajaran, Dindikbud juga telah menyiapkan rencana pembelajaran yang menjadi acuan bagi guru Naleks mulai dari kelas I SD hingga jenjang SMP. Setiap guru yang mengajar Naleks diwajibkan memiliki dan mengikuti perangkat pembelajaran tersebut.

Heni juga menyebut keberadaan bahan bacaan dan kamus bahasa Jawa Cilegon menjadi salah satu bagian penting dalam upaya mengenalkan bahasa daerah kepada generasi muda.

Menurutnya, sudah terdapat beberapa versi kamus bahasa Jawa Cilegon, termasuk karya Prof. Ilhamni dan Kang Ahdi Juhri. Selain kamus, terdapat pula cerita-cerita rakyat yang ditulis menggunakan bahasa Jawa Cilegon.

Bahan-bahan tersebut dinilai dapat membantu membiasakan anak-anak menggunakan dan mengenal bahasa daerah Cilegon sejak dini.

Dindikbud Kota Cilegon memastikan upaya peningkatan kompetensi guru Naleks akan terus dilakukan. Heni mengatakan, setiap tahun tetap terdapat alokasi anggaran untuk peningkatan sumber daya manusia dalam pembelajaran muatan lokal bahasa Jawa Cilegon.

“Setiap tahunnya ada di anggaran kami peningkatan SDM muatan lokal bahasa Naleks Cilegon,” pungkasnya.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!