Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BantenBeritaDaerahEkonomiKementerianOrganisasiPemerintahPendidikanPolitikSosialWisata

Gunung Anak Krakatau Siaga, Pemprov Banten: Wisata Anyer-Carita Tetap Normal

61
×

Gunung Anak Krakatau Siaga, Pemprov Banten: Wisata Anyer-Carita Tetap Normal

Sebarkan artikel ini

SERANG, RUBRIKBANTEN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten memastikan aktivitas wisata di kawasan Pantai Anyer dan Carita tetap berlangsung normal meski Gunung Anak Krakatau (GAK) masih berstatus Level III (Siaga). Pemerintah terus memperkuat langkah mitigasi dan kesiapsiagaan dengan mengacu pada informasi resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Kepala BPBD Provinsi Banten, Lutfi Mujahidin, mengatakan pemerintah tidak hanya memantau aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau, tetapi juga mengantisipasi kemungkinan dampak yang ditimbulkan, terutama potensi tsunami.

Banner

“Mitigasi sudah kita lakukan sejak awal tahun, bahkan kita perkuat setelah status Gunung Anak Krakatau berada di Level III,” kata Lutfi.

Menurutnya, keputusan evakuasi masyarakat hanya akan dilakukan apabila terdapat informasi resmi yang menunjukkan adanya potensi tsunami. Erupsi Gunung Anak Krakatau tidak otomatis mengharuskan masyarakat mengungsi.

Lutfi menjelaskan, apabila terjadi erupsi yang berpotensi memicu tsunami, masyarakat di kawasan pesisir diperkirakan memiliki waktu sekitar 40 menit untuk melakukan evakuasi. Karena itu, BPBD terus memperkuat koordinasi dengan PVMBG, BMKG, TNI, Polri, pemerintah kabupaten/kota, serta meningkatkan kapasitas Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) agar proses evakuasi dapat dilakukan secara cepat apabila diperlukan.

Ia juga mengimbau masyarakat dan wisatawan agar tidak panik menyikapi peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau karena hingga saat ini kondisi wisata di Anyer dan Carita tetap berjalan normal.

Baca juga:  Layanan Imigrasi Diperluas, Pemprov Banten Tancap Gas Dekatkan Pelayanan ke Rakyat

Sementara itu, Pengamat Gunung Api PVMBG Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, Anggi Nuryo Saputro, menegaskan rekomendasi PVMBG belum berubah. Masyarakat, wisatawan, nelayan, maupun pendaki tetap dilarang beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif.

“Kondisi kegempaan masih fluktuatif dan rekomendasinya tetap sama, yakni tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif. Informasi resmi dapat diakses melalui MAGMA Indonesia,” ujarnya.

Anggi menjelaskan, berdasarkan kajian para ahli, kondisi morfologi Gunung Anak Krakatau saat ini berbeda dibandingkan sebelum tsunami Selat Sunda 2018. Saat itu tinggi gunung mencapai sekitar 337 meter di atas permukaan laut sebelum terjadi longsoran, sedangkan kini tingginya sekitar 158 meter.

“Potensinya berbeda dengan tahun 2018 karena kondisi morfologi gunung sudah berubah. Namun masyarakat tetap harus mematuhi seluruh rekomendasi PVMBG,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa sepanjang sejarah pemantauan, Gunung Anak Krakatau belum pernah berstatus Level IV (Awas). Bahkan saat longsoran pada Desember 2018 yang memicu tsunami Selat Sunda, status gunung tetap berada pada Level III (Siaga).

Di lapangan, aktivitas pariwisata masih berlangsung seperti biasa. Abdul Malik (42), wisatawan asal Bekasi yang datang bersama rombongan Universitas Pancasila, mengaku tetap menikmati liburan di Pantai Bandulu.

Baca juga:  Operasi Ketupat 2025 Lebih Tertib, Angka Kecelakaan Turun: KH Embay Apresiasi Polri

“Perjalanannya menyenangkan dan suasana pantainya juga bagus. Saya lihat kondisinya masih aman,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Marlian (39), warga Bogor, yang datang bersama komunitas senam beranggotakan 28 orang.

“Kami tetap berangkat karena informasinya aman. Bahkan tadi sempat naik perahu ke tengah laut dan semuanya berjalan lancar,” katanya.

Di Pantai Pandan, Carita, Jonelisa (18), pelajar asal Nabire, Papua Tengah, yang kini menempuh pendidikan di Tangerang, juga tetap menikmati liburan bersama keluarganya.

“Saya tahu informasi Gunung Anak Krakatau dari media sosial. Tapi setelah melihat kondisi di Carita masih ramai dan aman, kami tetap datang berlibur,” tuturnya.

Ramainya kunjungan wisatawan juga dirasakan pelaku usaha setempat. Petugas penjualan tiket dan penyewaan saung Pantai Bandulu, Maria Ulfah, mengatakan hingga siang hari tercatat sekitar 10 bus rombongan dan 15 kendaraan pribadi memasuki kawasan wisata. Pada akhir pekan, jumlah kunjungan bahkan mencapai 30 hingga 50 bus beserta puluhan kendaraan pribadi.

“Pengunjung tetap ramai. Penyewaan saung juga berjalan normal dan sampai sekarang status Gunung Anak Krakatau tidak berpengaruh terhadap jumlah wisatawan,” ujarnya.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!