SERANG, RUBRIKBANTEN – Gubernur Banten Andra Soni menegaskan bahwa dirinya tidak anti terhadap kritik dalam menjalankan kepemimpinan di Provinsi Banten. Hal itu disampaikan saat menerima para Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Serang, Cilegon, Lebak, Pandeglang, serta sejumlah pengurus HMI di Gedung Negara Provinsi Banten, Jalan Brigjen KH Syam’un, Kota Serang, Kamis (5/3/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Andra Soni berdialog langsung dengan para mahasiswa yang turut dihadiri sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten.
“Hari ini melakukan dialog dengan teman-teman HMI Provinsi Banten. Dihadiri juga oleh kepala-kepala OPD. Ini bentuk refleksi teman-teman HMI terhadap kepemimpinan saya dan Pak Dimyati,” ujar Andra Soni.
Ia mengatakan, dalam dialog tersebut banyak masukan yang disampaikan oleh para pengurus HMI. Masukan itu mencakup berbagai sektor, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga pendidikan di Provinsi Banten.
“Ini adalah dialog yang positif. Saya juga membutuhkan masukan dan saran dari masyarakat melalui teman-teman HMI. Semoga dialog tadi bermanfaat bagi pembangunan Provinsi Banten,” katanya.
Pada kesempatan itu, Andra Soni juga menjawab sejumlah aspirasi dan keresahan mahasiswa dengan memaparkan perkembangan pelaksanaan program unggulan Pemerintah Provinsi Banten. Salah satunya adalah program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra) yang bertujuan mempermudah akses ekonomi masyarakat, pendidikan, dan layanan kesehatan.
“Tahun ini akan ditambahkan untuk pengentasan kemiskinan ekstrem pada desa prioritas,” ungkapnya.
Selain itu, Andra Soni juga menyoroti program Sekolah Gratis yang menjadi salah satu upaya Pemprov Banten dalam memutus rantai kemiskinan. Program tersebut memungkinkan siswa untuk bersekolah di sekolah swasta tanpa terbebani biaya.
“Program Sekolah Gratis, untuk anak-anak bisa sekolah di swasta. Ke depan ijazah tertahan tidak perlu karena sudah dibiayai pemerintah. Pendidikan adalah salah satu cara untuk keluar dari kemiskinan. Tahun 2026 akan menyasar Madrasah Aliyah swasta,” jelasnya.
Ia juga memaparkan capaian Pemprov Banten dalam sektor ketahanan pangan dan pembangunan infrastruktur. Menurutnya, pada tahun 2025 produksi panen padi di Provinsi Banten mencapai 1,8 juta ton.
“Selain itu, pada tahun 2025 Pemprov Banten telah membangun jalan lingkungan sepanjang 407 kilometer,” pungkasnya.















