CILEGON, RUBRIKBANTEN — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon terus memperluas pelaksanaan Program Kolaborasi Sekolah (Kolase) sebagai upaya meningkatkan edukasi pemilahan sampah sejak dini di lingkungan sekolah.
Kepala DLH Kota Cilegon, Sabri Mahyudin, mengatakan program tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk industri perbankan dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Perwakilan Banten.
“Kami dari DLH menyambut baik saran yang disampaikan OJK Banten. Kami memang membutuhkan dukungan dari teman-teman industri perbankan untuk menjalankan program Kolase ini,” kata Sabri.
Ia menjelaskan, Program Kolase kini memasuki batch ketiga dan direncanakan akan diluncurkan pada akhir Mei atau awal Juni 2026. Program itu merupakan instruksi langsung dari Wali Kota Cilegon untuk memperkuat edukasi pengelolaan sampah di sekolah.
“Target batch ketiga ini sebanyak 100 sekolah. Sampai sekarang sudah ada sekitar 55 sekolah yang mendaftar,” ujarnya.
Sebelumnya, pada batch pertama dan kedua, program tersebut telah diikuti 20 sekolah, termasuk satu sekolah berkebutuhan khusus (SKh). Dengan tambahan peserta pada batch ketiga, total sekolah yang terlibat mencapai sekitar 75 sekolah.
Menurut Sabri, perkembangan tersebut menjadi angin segar bagi DLH dalam membangun kesadaran siswa terkait pentingnya memilah sampah sejak dini.
“Harapan kami, ini bisa menular ke sekolah-sekolah lain yang belum ikut program ini. Edukasi pemilahan sampah harus terus diperluas,” katanya.
Sabri juga mengungkapkan adanya peningkatan dukungan terhadap program tersebut. Jika sebelumnya ditangani langsung oleh pihak industri, kini Program Kolase berada di bawah dukungan Yayasan Bakti Barito.
“Sekarang levelnya sudah naik, ditangani oleh yayasan. Ini tentu menjadi perhatian positif untuk keberlanjutan program,” tandasnya.















