Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BeritaDaerahKementerianKesehatanKota CilegonNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanPolitikSosial

Dinkes Cilegon Gencarkan Edukasi dan Deteksi HIV, Libatkan Perusahaan hingga Lapas

100
×

Dinkes Cilegon Gencarkan Edukasi dan Deteksi HIV, Libatkan Perusahaan hingga Lapas

Sebarkan artikel ini

CILEGON, RUBRIKBANTEN – Dinas Kesehatan Kota Cilegon terus memperkuat upaya pencegahan dan penanganan HIV melalui edukasi masif serta pemeriksaan kesehatan terpadu yang menyasar berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pelajar, pekerja, hingga warga binaan di lembaga pemasyarakatan.

Kepala Dinas Kesehatan Cilegon, drg Ratih Purnamasari, mengungkapkan bahwa pendekatan yang dilakukan tidak hanya bersifat medis, tetapi juga edukatif untuk menghilangkan stigma di masyarakat.

Banner

“Dulu kita fokus ke anak sekolah dan masyarakat umum melalui penyuluhan. Sekarang kita perluas, termasuk kampanye di perusahaan agar pemahaman tentang HIV semakin baik dan tidak ada stigma dari lingkungan,” ujar Ratih saat dikonfirmasi, Minggu (5/4/2026).

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut dilakukan secara terintegrasi dengan program kesehatan lainnya, seperti pemeriksaan kesehatan gabungan yang langsung menyasar kelompok masyarakat di lokasi.

Selain itu, Dinkes juga menjalankan program penjangkauan aktif melalui layanan mobile. Sebelum dilakukan pemeriksaan, tim terlebih dahulu memberikan edukasi kepada masyarakat di wilayah sasaran.

“Kita lakukan penyuluhan dulu, baru pemeriksaan di tempat. Jadi masyarakat paham dulu, baru mau diperiksa,” jelasnya.

Baca juga:  Gerindra Desak Transparansi Insentif Pajak Serang, Muhibbin: Harus Berkesinambungan

Tak hanya itu, kerja sama lintas sektor juga diperkuat, termasuk dengan berbagai pihak swasta dan komunitas untuk menjangkau populasi kunci yang berisiko tinggi.

Di sisi layanan kesehatan, saat ini sudah terdapat enam rumah sakit di Cilegon yang melayani penanganan HIV, meningkat signifikan dibandingkan awal program yang hanya melibatkan dua rumah sakit.

Ratih menegaskan, peningkatan jumlah kasus yang tercatat dalam beberapa tahun terakhir bukan semata-mata karena lonjakan penularan, melainkan karena semakin luasnya fasilitas dan akses pemeriksaan.

“Bukan berarti kasusnya naik, tapi karena fasilitas kita sudah lebih banyak dan masyarakat lebih berani memeriksakan diri,” katanya.

Program juga menyasar lembaga pemasyarakatan (lapas), dengan pemeriksaan rutin yang dilakukan setiap tahun. Dalam satu tahun, sedikitnya 150 warga binaan yang belum pernah diperiksa menjadi target skrining.

“Di lapas kita lakukan pemeriksaan HIV dan TB secara rutin. Ini penting karena ada potensi risiko penularan yang perlu diantisipasi,” tambahnya.

Melalui berbagai upaya tersebut, Dinkes Cilegon menargetkan capaian deteksi dan penanganan HIV sesuai standar nasional, sekaligus menekan stigma dan diskriminasi di masyarakat.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!