Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BantenBeritaDaerahKementerianKota SerangNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanPolitikSosial

Dimyati: Wartawati Banten Makin Tajam, Pers Jadi “Lampu Terang” Penjaga Demokrasi di HPN 2026

139
×

Dimyati: Wartawati Banten Makin Tajam, Pers Jadi “Lampu Terang” Penjaga Demokrasi di HPN 2026

Sebarkan artikel ini

SERANG, RUBRIKBANTEN – Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah memberikan pujian tinggi terhadap peran pers, khususnya wartawan perempuan yang dinilai semakin kritis, cerdas, dan menjaga marwah jurnalistik sebagai pengawas kebijakan publik.

Hal itu disampaikan Dimyati saat silaturahmi wartawati Indonesia dalam rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) 2026, yang berlangsung di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kota Serang, Sabtu (7/2/2026).

Banner

Dimyati menilai saat ini banyak lahir wartawan perempuan yang tidak hanya terampil, tetapi juga mampu mewawancarai tokoh nasional, akademisi, hingga politisi dengan pertanyaan yang tajam dan berbobot.

“Kelebihan wartawan itu cerdas-cerdas, seperti Rosiana Silalahi yang pintar dalam bertanya ketika wawancara narasumber baik itu tokoh-tokoh atau profesor,” ujar Dimyati.

Wartawan Perempuan Makin Inovatif dan Berani

Menurut Dimyati, kecerdasan wartawan terlihat dari kemampuannya menggali informasi lewat pertanyaan yang tepat, kreatif, dan inovatif.

“Wartawan di situ hadir, imajinasinya bagus, wartawan memberikan inovasi dan jendela dunia,” katanya.

Ia menegaskan, pers memiliki peran strategis sebagai benteng melawan hoaks, penyambung lidah rakyat, serta kontrol sosial dalam kehidupan demokrasi.

Baca juga:  Lurah Gerem Resmikan Sumur Bor ke-20, Akhiri Krisis Air Bersih Warga Watu Lawang

Pers Ibarat Lampu Penerang Bangsa

Dimyati mengibaratkan pers sebagai cahaya yang menerangi ruang publik agar masyarakat tidak hidup dalam kegelapan informasi.

“Ibarat bangunan ada lampu, itu adalah pers. Kalau nggak ada lampu, gelap gulita. Maka pers itu melakukan transformasi of knowledge dan menyampaikan informasi kepada publik,” tegasnya.

Wartawati Diminta Fokus Suarakan Isu Perempuan dan Anak

Dimyati juga berharap wartawan perempuan terus berkembang dengan membawa perspektif keberpihakan pada isu perempuan, ibu, dan anak.

“Wartawati terus tumbuh berinovasi, fokus pada kaum perempuan, kepada masalah ibu dan anak,” ujarnya.

KemenPPPA: Wartawati Harus Diberi Ruang Lebih Luas

Staf Ahli Bidang Hubungan Kelembagaan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), Indra Gunawan, menegaskan pentingnya ruang bagi jurnalis perempuan dalam momentum HPN.

Ia mengingatkan bahwa Indonesia memiliki pahlawan nasional wartawan perempuan, Roehana Koeddoes, pendiri media Sunting Melayu.

“Beliau tokoh jurnalis perempuan yang mendedikasikan dirinya untuk bidang jurnalistik dan membangun ruang bagi perempuan menjadi penulis,” jelasnya.

Indra menekankan isu perempuan dan anak tidak akan diketahui luas jika tidak disuarakan lewat pemberitaan.

Baca juga:  Program Sekolah Gratis Banten Diakui Nasional, Andra Soni Masuk Daftar Calon Penerima Anugerah Prestisius PGRI

PWI: Gender Bukan Lagi Ukuran, Kompetensi yang Utama

Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Ahmad Munir menyatakan dukungan penuh agar wartawan perempuan terus maju dan mengambil peran strategis di dunia media.

Ia menyebut sejumlah tokoh wartawati nasional yang sukses, seperti Meutya Hafid, Rosiana Silalahi, Uni Zulfiani Lubis, hingga Najwa Shihab.

“Sudah tidak relevan lagi bicara perbedaan gender. Kompetensi dan peluang sama-sama terbuka lebar,” tegas Munir.

Momentum HPN 2026 di Banten pun menjadi simbol bahwa wartawati Indonesia semakin tampil sebagai garda terdepan pers yang kritis, profesional, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!