Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BantenBeritaDaerahKementerianKota SerangNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanPolitikSosial

Dari Sekretariat Masjid ke Dewan Hakim MTQ Banten, Perjalanan Inspiratif Efi Afifi Mengabdi untuk Al-Qur’an

148
×

Dari Sekretariat Masjid ke Dewan Hakim MTQ Banten, Perjalanan Inspiratif Efi Afifi Mengabdi untuk Al-Qur’an

Sebarkan artikel ini

SERANG, RUBRIKBANTEN – Menjadi Dewan Hakim Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXIII Tingkat Provinsi Banten bukanlah capaian yang diraih secara instan oleh Efi Afifi. Amanah tersebut merupakan buah dari perjalanan panjang pengabdiannya dalam membina dan mengembangkan syiar Al-Qur’an sejak masih menjadi mahasiswa.

Di tengah pelaksanaan MTQ XXIII Provinsi Banten yang berlangsung pada 6–10 Juli 2026, nama Efi Afifi menjadi salah satu sosok muda yang dipercaya mengemban tugas sebagai Dewan Hakim Cabang Fahm Al-Qur’an. Sebelumnya, pada MTQ tahun 2025, ia juga dipercaya menjadi Dewan Hakim Cabang Syarh Al-Qur’an.

Banner

Bagi pria berusia 38 tahun asal Kampung Maja, Desa Maja, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak itu, kepercayaan tersebut merupakan anugerah sekaligus amanah yang harus dijaga. Menurutnya, menjadi Dewan Hakim bukan sekadar penghargaan, melainkan bentuk apresiasi atas proses panjang yang ia jalani dalam membangun ekosistem pembinaan Al-Qur’an di kalangan mahasiswa.

Perjalanan itu dimulai pada 2009 saat Efi bersama sejumlah mahasiswa menggagas berdirinya Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Unit Pengembangan Tilawatil Qur’an (UPTQ) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Dalam kondisi organisasi yang masih sangat sederhana dan minim dukungan, ia dipercaya menjadi Ketua Umum pertama.

Saat itu, Efi bersama rekan-rekannya membangun UKM UPTQ dari nol. Demi memaksimalkan pembinaan, ia bahkan memilih tinggal di sekretariat UKM yang berada di Masjid Al Hikmah UIN SMH Banten. Keputusan tersebut diambil agar seluruh waktunya dapat difokuskan untuk kaderisasi, pembinaan tilawah, hingga pengembangan potensi mahasiswa di bidang Al-Qur’an.

Baca juga:  HPN 2026 Banten: Dewan Pers Gaspol Sosialisasi Pendataan Media

Tidak berhenti pada pembinaan internal, Efi juga aktif menghadirkan para juara MTQ nasional ke kampus untuk berbagi ilmu, pengalaman, serta motivasi kepada mahasiswa. Dengan segala keterbatasan saat itu, ia berhasil meyakinkan para qari nasional untuk datang tanpa menuntut fasilitas maupun pelayanan khusus.

Menurutnya, fondasi itulah yang kemudian membuka jalan sehingga kini para qari nasional seperti H. Mu’min Ainul Mubarok, H. Salman Amrillah, H. Sidiq Mulyana, Syamsuri Firdaus dan tokoh-tokoh Al-Qur’an lainnya rutin hadir membina mahasiswa UIN SMH Banten.

Selain membangun pembinaan, Efi juga menjadi pelopor pendistribusian kader-kader UPTQ ke berbagai ajang MTQ. Ia aktif berkomunikasi dengan LPTQ tingkat kabupaten, kota hingga kecamatan agar mahasiswa UIN dapat menjadi peserta pada berbagai cabang lomba, mulai dari Tilawah Al-Qur’an, Syarhil Qur’an, Fahmil Qur’an, Qira’atul Kutub, Kaligrafi hingga Musabaqah Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an.

Hasilnya kini mulai terlihat. Banyak mahasiswa UIN SMH Banten tampil sebagai peserta MTQ di berbagai tingkatan, baik daerah maupun nasional.

Efi mengaku seluruh perjalanan hidupnya tidak lepas dari pesan kedua orang tuanya ketika melepasnya merantau dari kampung halaman menuju Kota Serang untuk menuntut ilmu.

“Di mana pun kamu tinggal dan berada, jangan jauh dari Al-Qur’an dan masjid. Jangan pernah lelah bergerak mencari karunia dan ridha Allah SWT.”

Pesan sederhana itulah yang menjadi kompas hidupnya.

Baca juga:  14 Tahun Tanpa Ampun! Banten Cetak Rekor Nasional Zero Rabies Meski Ribuan Kasus Gigitan

Selama kuliah ia tinggal di pesantren, kemudian berpindah ke sekretariat UKM UPTQ di Masjid Al Hikmah UIN SMH Banten. Setelah lulus pun, ia memilih tinggal di sebuah musala kecil di kawasan Grand Serang Asri, Cipocok Jaya, sembari mengajar Al-Qur’an hingga akhirnya menikah.

Menurutnya, keberhasilan lahir dari proses panjang dan kesungguhan, bukan dari kebiasaan bermalas-malasan.

“Saya prihatin melihat generasi muda yang mudah menyerah, hanya mengeluh, atau enggan bergerak. Setiap proses pasti menghasilkan sesuatu. Setiap tetes keringat yang kita keluarkan karena Allah akan diganti dengan hasil terbaik pada waktunya,” ujarnya.

Baginya, penunjukan sebagai Dewan Hakim MTQ Provinsi Banten bukanlah tujuan akhir, melainkan pengingat bahwa setiap pengabdian yang dilakukan dengan ikhlas akan menemukan jalannya sendiri.

Ia berharap kisah perjalanannya dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya Generasi Z, agar semakin mencintai Al-Qur’an, mendekatkan diri kepada masjid, serta terus mengembangkan potensi yang dimiliki.

Efi pun menutup pesannya dengan mengingat sabda Rasulullah SAW:

الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَهُوَ مَاهِرٌ بِهِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ

“Orang yang mahir membaca Al-Qur’an akan bersama para malaikat yang mulia lagi taat.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Menurutnya, hadis tersebut menjadi motivasi agar setiap muslim terus belajar membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, karena kemuliaan hidup berawal dari kedekatan seseorang dengan kitab suci Allah SWT.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!