Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BeritaDaerahEkonomiKementerianNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanPolitikSosial

BGN Putar Rp240 Triliun Langsung ke Daerah, 93 Persen Anggaran Disalurkan Tanpa Lewat Pemda

86
×

BGN Putar Rp240 Triliun Langsung ke Daerah, 93 Persen Anggaran Disalurkan Tanpa Lewat Pemda

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, RUBRIKBANTEN – Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan menghadirkan pola baru dalam tata kelola anggaran negara melalui mekanisme penyaluran dana yang langsung menyentuh unit layanan di daerah tanpa melalui pemerintah daerah (pemda).

Sebanyak 93 persen dari total anggaran BGN disalurkan langsung ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. Dari total anggaran Rp268 triliun, sekitar Rp240 triliun beredar langsung di daerah, dari Sabang sampai Merauke.

Banner

Kepala BGN, Dadan, menyampaikan bahwa setiap SPPG rata-rata menerima alokasi sekitar Rp500 juta per hari untuk menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“BGN hadir menghadirkan pola baru, di mana 93 persen dana BGN itu disalurkan langsung ke SPPG-SPPG. Jadi, kalau ada dana Rp268 triliun, kurang lebih Rp240 triliun uang beredar dari Sabang sampai Merauke, dan setiap hari setiap SPPG menerima Rp500 juta. Saya kira ini adalah model baru, tidak ada satu rupiah pun uang yang disalurkan dari pusat ke daerah (pemda),” ujar Dadan dalam arahannya pada acara Sosialisasi Regulasi Kepegawaian di lingkungan BGN, di Jakarta, Rabu (25/2).

Baca juga:  Sungai Cibeber Jebol, 1.200 Warga Mengungsi

Rp36 Triliun Sudah Beredar

Hingga saat ini, uang yang telah beredar mencapai kurang lebih Rp36 triliun. Perputaran dana tersebut dinilai menjadi penggerak roda ekonomi yang signifikan karena mendorong pemerataan secara nyata di seluruh wilayah Indonesia.

Jumlah SPPG di suatu daerah turut menentukan besarnya dana yang beredar. Semakin banyak SPPG yang beroperasi, semakin besar pula dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat setempat.

Produksi Lokal Dijamin Negara

Lebih lanjut, Dadan menjelaskan bahwa kebijakan ini juga berdampak langsung terhadap sektor produksi lokal. Dalam Program MBG, produk-produk lokal dijamin penyerapannya oleh negara melalui BGN, sehingga menciptakan kepastian pasar bagi petani dan pelaku usaha daerah.

“Belum pernah terjadi dalam era mana pun, produksi lokal dijamin penyerapannya oleh negara seperti sekarang. Tidak heran jika ada petani wortel di Nusa Tenggara Timur yang senang karena harga wortelnya bisa naik hingga tiga kali lipat,” jelasnya.

Kenaikan serapan hasil produksi tersebut berdampak pada peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP). Ia menyebutkan, rata-rata NTP saat ini mencapai angka 125, meningkat dari sebelumnya sekitar 102.

Baca juga:  RS Citra Arafiq Disorot, Dinkes Banten Libatkan Kemenkes dan POGI untuk Penelusuran

Jika NTP berada pada kisaran 100–102, hasil produksi petani hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup. Namun dengan capaian 125, petani memiliki ruang 25 poin untuk investasi dan peningkatan kesejahteraan keluarga.

“Saya yakin dengan program MBG ini, Nilai Tukar Petani akan bisa naik hingga 150,” tegasnya.

Jadi Stimulus Ekonomi Raksasa

Kepala BGN juga menekankan bahwa perputaran uang dalam jumlah besar pada awal tahun merupakan hal yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pada tahun lalu, pemerintah menggelontorkan stimulus ekonomi sebesar Rp37 triliun pada triwulan pertama yang mendorong pertumbuhan ekonomi 4,7 persen.

Tahun ini, hingga Maret saja, peredaran dana BGN diprediksi mencapai Rp62 triliun. Dengan angka tersebut, BGN dinilai telah menjadi stimulus ekonomi signifikan yang memperkuat likuiditas dan menggairahkan aktivitas usaha di berbagai daerah.

Banyak pelaku usaha melaporkan bahwa perputaran uang di lapangan kini lebih mudah ditemukan karena distribusi dana yang masif dan merata melalui skema baru yang diterapkan BGN.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!