CILEGON, RUBRIKBANTEN — Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon menegaskan bahwa penanganan banjir tidak dilakukan secara reaktif saat bencana terjadi, melainkan telah dimulai jauh hari melalui langkah mitigasi proaktif di sejumlah wilayah rawan banjir. Upaya tersebut kini mulai menunjukkan hasil signifikan, meski belum merata di seluruh wilayah.
Salah satu daerah yang merasakan dampak positif mitigasi tersebut adalah Kelurahan Ciwaduk. Saat hujan berintensitas tinggi melanda Kota Cilegon, wilayah ini mampu menekan dampak banjir berkat kesiapsiagaan dan langkah antisipatif yang telah dilakukan sebelumnya.
Lurah Ciwaduk, Nurul Hadiyati, mengatakan bahwa mitigasi banjir di wilayahnya dilaksanakan atas arahan dan instruksi langsung Wali Kota Cilegon, Robinsar, yang sejak awal menekankan pentingnya pencegahan sebelum bencana datang.
“Pemkot Cilegon melalui arahan Bapak Wali Kota sudah melakukan mitigasi sejak jauh hari. Ini sangat membantu kami di kelurahan dalam meminimalisir dampak banjir saat hujan deras terjadi,” ujar Nurul saat rapat koordinasi terbatas bersama ketua RT dan RW se-Kelurahan Ciwaduk, Selasa (6/1/2026).
Ia menjelaskan, langkah mitigasi yang dilakukan meliputi pembersihan dan normalisasi saluran air, penanganan titik penyempitan drainase, pemasangan tanggul sementara, serta koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti Dinas PUPR dan BPBD. Upaya ini difokuskan pada titik-titik yang selama ini menjadi langganan banjir.
“Alhamdulillah, hasilnya sangat signifikan. Jika sebelumnya banjir di Kelurahan Ciwaduk bisa mencapai setinggi dada orang dewasa, kemarin ketinggian air hanya sekitar 20 sentimeter atau setinggi lutut,” ungkapnya.
Dalam rapat tersebut, Pemerintah Kelurahan Ciwaduk juga merumuskan solusi jangka pendek serta rekomendasi teknis yang akan dituangkan dalam notulen rapat dan disampaikan kepada dinas terkait untuk tindak lanjut.
Sebagai langkah cepat, pemerintah kelurahan bersama masyarakat akan menggelar kegiatan gotong royong pada Jumat mendatang. Selain itu, dukungan alat berat dari dinas terkait juga didorong untuk memaksimalkan pembersihan saluran air yang masih membutuhkan penanganan lanjutan.
Nurul Hadiyati menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Cilegon, Dinas PUPR, DLH, serta peran aktif RT, RW, dan warga yang sigap dalam penanganan banjir. Ia berharap ke depan dilakukan penataan drainase secara menyeluruh, termasuk pelebaran Jalan Pepaya, agar persoalan banjir tidak terus berulang.
Pemkot Cilegon mengakui bahwa hasil mitigasi belum sepenuhnya optimal di seluruh wilayah. Namun, upaya berkelanjutan terus dilakukan sebagai bentuk komitmen jangka panjang dalam mengurangi risiko bencana banjir secara bertahap dan terukur.
Dengan pendekatan mitigasi sejak dini, Pemkot Cilegon menegaskan komitmennya untuk tidak hanya hadir saat bencana terjadi, tetapi bertindak lebih awal demi melindungi warga dan meminimalkan dampak yang ditimbulkan.















