SERANG, RUBRIKBANTEN — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten terus mematangkan program sekolah gratis sebagai solusi pemerataan akses pendidikan di jenjang SMA dan SMK.
Kasubag Dindikbud Banten, Herdi Herdiyansah, mengatakan program ini menjadi jawaban atas tingginya minat masyarakat terhadap sekolah negeri, yang selama ini memicu persaingan ketat saat penerimaan peserta didik baru.
“Dulu orang berbondong-bondong ke sekolah negeri karena swasta berbayar. Sekarang, dengan program dari Pak Gubernur Andra Soni, sekolah swasta juga bisa gratis,” ujarnya.
Herdi menjelaskan, saat ini sebanyak 811 sekolah swasta di seluruh Provinsi Banten telah bekerja sama dengan pemerintah dalam program tersebut.
Dalam skema bantuan, Pemprov Banten memberikan subsidi biaya pendidikan minimal Rp150 ribu per siswa setiap bulan. Nilai tersebut bahkan bisa melebihi biaya SPP di sejumlah sekolah.
“Misalnya SPP sekolah hanya Rp75 ribu, sementara bantuan dari provinsi Rp150 ribu, otomatis siswa mendapat kelebihan manfaat,” jelasnya.
Program ini juga menyasar siswa dari jalur afirmasi dengan sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi sejak awal. Proses pendaftaran dilakukan secara online dan dijadwalkan mulai dibuka pada 20 April 2026.
Untuk mengakomodasi seluruh jalur penerimaan, masa pendaftaran diperpanjang hingga akhir April 2026.
Herdi menegaskan, biaya operasional pendidikan di sekolah yang tergabung dalam program ini sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah. Namun, kebutuhan pribadi seperti seragam tetap menjadi tanggung jawab masing-masing siswa.
“Operasional sudah ditanggung provinsi. Ini sudah kami sosialisasikan ke sekolah-sekolah,” katanya.
Ia juga mengungkapkan, pada tahun ajaran 2025–2026 sekitar 60 ribu siswa ditargetkan menerima manfaat program sekolah gratis. Jumlah tersebut diproyeksikan akan terus meningkat pada tahun-tahun berikutnya.
Dengan kebijakan ini, pemerintah berharap tidak lagi terjadi penumpukan pendaftar di sekolah negeri favorit. Siswa kini memiliki alternatif untuk bersekolah di swasta tanpa terbebani biaya.
“Ke depan, tidak ada lagi rebutan masuk SMA negeri. Sekolah swasta juga sudah difasilitasi gratis oleh Pemprov Banten,” pungkasnya.















