CILEGON, RUBRIKBANTEN — Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon Ahmad Aziz Setia Ade Putra meminta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Cilegon tetap fokus menjalankan tugas dan meningkatkan kedisiplinan.
Aziz secara khusus mengingatkan para pegawai agar tidak terpengaruh isu rotasi dan mutasi yang berkembang di lingkungan Pemkot Cilegon. Menurutnya, isu tersebut jangan sampai mengganggu semangat maupun kinerja ASN dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Kami berharap rekan-rekan terus meningkatkan kedisiplinan dan tidak terpengaruh oleh berbagai isu yang berkembang, termasuk terkait rotasi dan mutasi di lingkungan Pemerintah Kota Cilegon. Jangan sampai isu tersebut memengaruhi kinerja. Sebagai pegawai, kewajiban kita adalah menjalankan amanah dan tugas yang diberikan,” ujar Aziz saat memimpin Apel Pagi Bersama di Halaman Kantor Wali Kota Cilegon, Senin (5/10/2026).
Di tengah isu rotasi dan mutasi tersebut, Aziz menegaskan bahwa setiap ASN harus tetap menjalankan tugas sesuai tanggung jawab masing-masing. Ia meminta pegawai tidak larut dalam isu yang belum tentu berdampak langsung terhadap tugas dan pelayanan pemerintahan.
Dalam apel tersebut, Aziz juga mengungkapkan bahwa Pemkot Cilegon melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) tengah melakukan uji coba penerapan e-presensi atau absensi digital bagi ASN.
“BKPSDM saat ini sedang menerapkan e-presensi untuk absensi pegawai sebagai upaya meningkatkan kedisiplinan. Tahap sekarang mungkin tahap uji coba dan mudah-mudahan ke depan e-presensi ini bisa diterapkan,” jelasnya.
Menurut Aziz, penerapan sistem absensi digital tersebut tidak hanya berkaitan dengan kedisiplinan pegawai, tetapi juga dapat meningkatkan efisiensi proses administrasi kepegawaian.
Selama ini, proses rekapitulasi kehadiran membutuhkan waktu sebelum dapat digunakan sebagai salah satu dasar penghitungan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP). Dengan e-presensi, proses tersebut diharapkan menjadi lebih cepat dan efisien.
“Tentunya ini untuk mengefisiensikan dalam hal penyelenggaraan pada saat rekon absen dan lain sebagainya. Karena dengan e-presensi tentunya akan mengikis waktu,” katanya.
Aziz berharap penerapan e-presensi nantinya turut mempercepat pembayaran TPP ASN. Setelah proses penggajian, penghitungan berdasarkan tingkat kehadiran dapat segera dilakukan sehingga pembayaran TPP tidak mengalami keterlambatan.
“Mudah-mudahan yang biasanya mungkin penerimaan TPP telat, dengan e-presensi ke depan penerimaan TPP bisa lebih cepat. Dimana setelah gajian tanggal 1, selanjutnya langsung ditindaklanjuti dengan TPP,” ungkapnya.
APBD Perubahan Diminta Dikawal
Memasuki triwulan terakhir tahun anggaran 2026, Aziz juga meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), camat hingga lurah mengawal pelaksanaan APBD Perubahan yang telah ditetapkan.
Ia mengingatkan bahwa waktu efektif pelaksanaan anggaran 2026 tinggal sekitar dua setengah bulan. Karena itu, setiap perangkat daerah diminta memastikan program dan kegiatan yang telah tercantum dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dapat berjalan sesuai target.
“Waktu kita yang efektif tinggal hanya dua bulan setengah, sehingga kepada rekan-rekan, baik OPD penghasil pendapatan maupun para camat, lurah agar selalu mengawal pelaksanaan APBD yang sudah berada dalam DPA para rekan-rekan semua,” katanya.
Menurutnya, pengawalan diperlukan agar target APBD hingga penghujung tahun dapat direalisasikan secara optimal, baik dari sisi pendapatan maupun belanja daerah.
“Targetnya sampai akhir tahun mudah-mudahan semuanya bisa terealisasi, baik itu dari sektor pendapatan maupun belanja,” imbuhnya.
ASN Diminta Antisipasi Musim Hujan
Selain persoalan kedisiplinan dan pelaksanaan anggaran, Aziz turut meminta seluruh OPD, kecamatan dan kelurahan meningkatkan kebersihan lingkungan memasuki musim penghujan.
Kebersihan lingkungan dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mengantisipasi berbagai persoalan yang berpotensi muncul saat curah hujan meningkat.
“Saya harap kepada para OPD, camat, lurah untuk terus menggalakkan agar di lingkungannya masing-masing tetap bersih. Galakkan lagi yang namanya bersih-bersih di lingkungan karena ini untuk mengantisipasi manakala terjadi musim hujan,” pungkasnya.















