CILEGON, RUBRIKBANTEN – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Cilegon menggelar kegiatan literasi media dan jurnalistik melalui agenda Jurnalis Goes to Campus di Kampus STIT Al-Khairiyah, sebagai rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026.
Ketua PWI Kota Cilegon, Ahmad Fauzi Chan, menegaskan bahwa literasi media harus terus digaungkan, khususnya kepada mahasiswa sebagai generasi penerus.
“Perubahan landscape media ini sangat serius, dari konvensional ke digital. Kita ingin generasi muda memahami bagaimana pola bermedia yang baik, bagaimana berhubungan dengan media, dan bagaimana berkontribusi menyebarkan informasi positif untuk kemajuan daerah,” ujar Pria yang kerap disapa Ichan.
Menurutnya, arus informasi yang deras tanpa literasi yang kuat justru berpotensi melahirkan disinformasi dan hoaks di tengah masyarakat.
“Literasi media dan literasi digital harus terus kita lakukan agar masyarakat melek informasi, terutama generasi muda, sehingga bisa meminimalisasi hoaks dan disinformasi,” tegasnya.
Ichan menambahkan, kegiatan ini tidak hanya digelar saat HPN, namun akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai momen ke depan.
Kegiatan tersebut mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Cilegon serta sejumlah industri strategis, salah satunya PT Krakatau Steel (KS).
Sementara itu, Manager Community Development (Comdev) Krakatau Steel, Andri, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi positif antara pers, dunia akademik, dan industri.
“Kami mengucapkan selamat Hari Pers Nasional. Semoga pers terus berkolaborasi secara baik dengan industri dan memberikan kontribusi bagi dunia pendidikan dan industri,” kata Andri.
Ia menjelaskan, dalam sesi pemaparan, Krakatau Steel menyampaikan tiga materi utama kepada mahasiswa. Pertama, peran strategis Krakatau Steel bagi Cilegon dan Banten. Kedua, tanggung jawab sosial dan lingkungan yang telah dijalankan. Ketiga, rencana dan tantangan industri baja ke depan di tengah tekanan global.
Dalam sesi diskusi, mahasiswa menunjukkan sikap kritis dengan mengajukan pertanyaan tajam, khususnya terkait dampak lingkungan dan penciptaan lapangan kerja.
“Pertanyaan mahasiswa sangat positif dan kritis, terutama soal lingkungan dan ketenagakerjaan. Kami sampaikan bahwa industri di Cilegon selalu mematuhi regulasi dan terus melakukan upaya pencegahan dampak lingkungan,” jelasnya.
Terkait lapangan kerja, Andri mengakui industri baja merupakan industri padat modal. Namun, ke depan pihaknya membuka peluang kolaborasi dengan akademisi untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa agar lebih siap bersaing di dunia kerja.
Pemilihan Kampus STIT Al-Khairiyah sendiri, kata Andri, didasari oleh sejarah panjang kerja sama antara Krakatau Steel dan Al-Khairiyah dalam mendukung pengembangan industri nasional.
Salah satu mahasiswi STIT Al-Khairiyah mengaku kegiatan tersebut sangat bermanfaat bagi mahasiswa.
“Kegiatan ini membuka wawasan kami tentang dunia pers dan industri. Apalagi sekarang banyak berita hoaks, jadi kita harus benar-benar tahu mana informasi yang benar dan mana yang tidak,” ujarnya.
Ia menambahkan, dari pemaparan narasumber, mahasiswa mendapat pemahaman baru tentang dunia jurnalistik serta kontribusi Krakatau Steel bagi Kota Cilegon.
“Ternyata kontribusi KS untuk Cilegon itu besar dan nyata. Ini jadi pengetahuan baru buat kami,” tutupnya.















