Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BeritaDaerahKementerianKota CilegonNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanPolitikSosial

Banjir Jadi Prioritas Utama, Pemkot Cilegon Siapkan Strategi Responsif di RKPD 2027

168
×

Banjir Jadi Prioritas Utama, Pemkot Cilegon Siapkan Strategi Responsif di RKPD 2027

Sebarkan artikel ini

CILEGON, RUBRIKBANTEN – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon menyiapkan strategi responsif dan terukur dalam menghadapi potensi bencana, khususnya banjir, sebagai bagian dari arah kebijakan pembangunan daerah yang akan dituangkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027.

Penanganan banjir akan diprioritaskan secara menyeluruh, mulai dari tahap pencegahan, mitigasi, pengurangan risiko, hingga penanganan pascabencana. Selain itu, Pemkot Cilegon juga akan mengintegrasikan program pemulihan rumah warga terdampak dengan program rumah layak huni, serta memperkuat sektor sumber daya air dan pengelolaan sungai.

Banner

Plt Kepala Bappedalitbang Kota Cilegon, Ahmad Jubaedi, menegaskan bahwa Wali Kota Cilegon Robinsar menjadi motor penggerak utama dalam kebijakan penanganan banjir tersebut. Menurutnya, Robinsar memberikan perhatian serius terhadap persoalan banjir yang kerap melanda Kota Cilegon setiap tahun.

“Pak Wali sangat memperhatikan penanganan banjir, baik dari sisi pencegahan, mitigasi, hingga penanganan pascabencana,” ujar Jubaedi.

Jubaedi menyebutkan, banjir yang terus berulang setiap tahun menuntut adanya langkah strategis yang lebih terencana, sistematis, dan responsif. Oleh karena itu, Pemkot Cilegon mendorong inovasi penanganan bencana hingga ke tingkat kewilayahan.

Baca juga:  Dijanjikan Surga, Puluhan Warga Banten Jadi Korban Travel Umroh Bodong

Kecamatan akan diperkuat dengan ketersediaan buffer stock logistik, dapur umum, serta anggaran siaga bencana agar mampu merespons cepat ketika bencana terjadi.

“Kami mendorong pendelegasian kewenangan ke kecamatan. Tidak hanya Dinas Sosial, tetapi kecamatan juga harus memiliki kesiapan anggaran dan logistik sesuai dengan peta rawan bencana,” jelasnya.

Kebijakan tersebut akan mulai diformalkan dalam dokumen RKPD 2027 dan menjadi pedoman pembangunan Kota Cilegon ke depan. Fokus penguatan diarahkan pada wilayah-wilayah yang masuk dalam peta rawan banjir, dengan pendekatan kolaboratif antara pemerintah kota, kecamatan, dan masyarakat.

“Melalui strategi ini, kami berharap penanganan bencana dapat dilakukan lebih cepat, terukur, dan tepat sasaran demi mewujudkan Kota Cilegon yang aman dan nyaman bagi seluruh warga,” pungkas Jubaedi.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!