Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BeritaDaerahKementerianKota CilegonNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanPolitikSosial

Tiga Kecamatan Cilegon Terendam, 570 Warga Sambirata Jadi Korban Banjir

250
×

Tiga Kecamatan Cilegon Terendam, 570 Warga Sambirata Jadi Korban Banjir

Sebarkan artikel ini

CILEGON, RUBRIKBANTEN — Banjir kembali mengepung Kota Cilegon. Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan tiga kecamatan terendam banjir, Minggu (11/1/2026). Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Ciwandan, Jombang, dan Cibeber, dengan kondisi terparah terjadi di Lingkungan Sambirata, Kelurahan Cibeber.

Wali Kota Cilegon Robinsar bersama Ketua DPRD Kota Cilegon Rizki Khairul Ichwan dan unsur Forkopimda bergerak cepat meninjau langsung lokasi banjir sekaligus menginventarisasi dampak yang ditimbulkan.

Di Lingkungan Sambirata, tercatat 185 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 570 jiwa terdampak banjir. BPBD Kota Cilegon bersama TNI, Polri, dan instansi terkait bahu-membahu melakukan evakuasi warga, mengingat ketinggian air di kawasan tersebut mencapai leher orang dewasa.

Wali Kota Cilegon Robinsar mengatakan, sejak siang hari pihaknya telah melakukan pemantauan langsung ke sejumlah titik banjir. Peninjauan dimulai dari Kecamatan Ciwandan, dilanjutkan ke Lingkungan Keranggot, Kecamatan Jombang, dan berakhir di Sambirata, Kecamatan Cibeber.

“Sejak siang kami turun langsung ke lapangan bersama Kapolres, Dandim, dan unsur pimpinan lainnya untuk melihat kondisi banjir secara langsung,” ujar Robinsar.

Baca juga:  BI Banten Siapkan Rp3,2 Triliun Uang Layak Edar, Penukaran Rupiah Digelar di 70 Titik Selama Ramadan

Berdasarkan hasil peninjauan dan laporan dari RT, RW, lurah, hingga camat setempat, Robinsar menyebut banjir di Sambirata disebabkan oleh jebolnya tanggul sungai serta tingginya sedimentasi aliran sungai.

“Perlu segera dilakukan perbaikan tanggul dan pengangkatan sedimen sungai agar kejadian serupa tidak terus berulang,” tegasnya.

Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kota Cilegon memastikan akan menurunkan alat berat dan dump truck untuk melakukan pengerukan sedimen. Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Cilegon juga diminta segera melakukan penanganan darurat.

“Besok alat berat dan dump truck akan kami turunkan. Tanggul-tanggul yang jebol sudah kami data dan akan segera diperbaiki,” kata Robinsar.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Cilegon Rizki Khairul Ichwan menegaskan dukungan penuh DPRD terhadap percepatan penanganan banjir secara menyeluruh.

“Penanganan akan langsung dilakukan besok. Pengerukan sedimen dan pembangunan kembali tanggul yang jebol menjadi prioritas,” ujarnya.

Rizki juga mendorong adanya pemetaan clustering titik-titik rawan banjir agar penanganan ke depan lebih terencana dan tepat sasaran.

Baca juga:  Wagub Banten Dimyati Bongkar Kunci Sukses Pengusaha: Jangan Curang, Akhlak Harus Baik

“Dengan clustering, titik banjir kategori berat bisa diprioritaskan pada 2026 agar tidak terus menjadi langganan banjir,” tambahnya.

Untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak, Pemkot Cilegon telah berkoordinasi dengan PMI dan Baznas Kota Cilegon dalam penyaluran bantuan makanan dan kebutuhan dasar. Distribusi bantuan direncanakan mulai dilakukan pada Minggu malam, sementara pendirian dapur umum masih dalam tahap koordinasi.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!