Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BeritaDaerahHukum dan KriminalKabupaten SerangKementerianNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanSosial

Siaga Cuaca Ekstrem, Polres Serang Sisir Titik Rawan Banjir

189
×

Siaga Cuaca Ekstrem, Polres Serang Sisir Titik Rawan Banjir

Sebarkan artikel ini

SERANG, RUBRIKBANTEN – Mengantisipasi dampak cuaca ekstrem dengan intensitas hujan tinggi yang melanda wilayah Kabupaten Serang dalam beberapa hari terakhir, jajaran Polsek di bawah naungan Polres Serang melakukan monitoring intensif di sejumlah titik rawan banjir.

Pemantauan difokuskan pada wilayah-wilayah yang selama ini kerap terdampak banjir, khususnya kawasan Serang Timur. Personel kepolisian turun langsung melakukan pengecekan aliran sungai, permukiman warga, hingga kawasan industri guna memastikan kondisi tetap aman dan terkendali.

Banner

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan menyampaikan bahwa hasil monitoring menunjukkan adanya peningkatan debit air, namun secara umum kondisi aliran sungai utama masih dalam status aman.

“Untuk Sungai Cidurian dan Sungai Ciujung yang melintasi wilayah Serang Timur, hasil pengecekan petugas masih berada pada level hijau atau aman,” ujar AKBP Andri Kurniawan, Minggu (11/1/2026).

Meski demikian, petugas menemukan sejumlah titik genangan air. Salah satunya di Komplek Bumi Nagara Lestari, Desa Nagara, Kecamatan Kibin, dengan ketinggian air sekitar 30 sentimeter. Beruntung, genangan tersebut tidak sampai masuk ke area permukiman warga.

Baca juga:  Parkir Liar Mie Gacoan Cilegon Disorot, Pungutan Ilegal Nekat Berjalan

“Genangan di Komplek Bumi Nagara Lestari disebabkan sistem drainase yang tidak optimal serta luapan Sungai Cikambui akibat curah hujan tinggi,” jelasnya.

Genangan air juga terpantau di Kawasan Modern Industri 4 Cikande, tepatnya di Desa Nambo Udik. Ketinggian air mencapai sekitar 25 sentimeter, namun hingga kini masih dapat dilintasi kendaraan roda dua maupun roda empat.

Menurut Kapolres, genangan di kawasan industri tersebut terjadi akibat kapasitas drainase yang tidak memadai. “Saluran drainase yang kurang lebar tidak mampu menampung debit air hujan,” ungkap Andri.

Kapolres Serang menegaskan, pihaknya telah menginstruksikan seluruh jajaran polsek untuk terus melakukan pemantauan rutin serta meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait.

“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi banjir dan segera melapor ke pihak kepolisian apabila terjadi situasi darurat,” pungkas alumnus Akpol 2006 tersebut.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!