Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BantenBeritaDaerahKementerianKota CilegonNasionalOlahragaOrganisasiPemerintahPendidikanPolitikSosial

Wagub Banten: Mahasiswa Ibarat Pion Catur, Langkah Kecil Tapi Bisa Jadi Besar

68
×

Wagub Banten: Mahasiswa Ibarat Pion Catur, Langkah Kecil Tapi Bisa Jadi Besar

Sebarkan artikel ini

CILEGON, RUBRIKBANTEN – Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah menyebut mahasiswa memiliki potensi besar untuk meraih kesuksesan. Ia mengibaratkan mahasiswa seperti pion dalam permainan catur yang meski hanya mampu melangkah sedikit, tetapi memiliki peluang untuk berkembang menjadi bidak yang lebih kuat.

Pesan tersebut disampaikan Dimyati saat menghadiri babak akhir pertandingan cabang olahraga (cabor) catur Pekan Olahraga Mahasiswa Provinsi (Pomprov) VIII Banten Tahun 2026 di Sosoro Mall, Pelabuhan Penyeberangan Merak, Kota Cilegon, Senin (31/8/2026).

Banner

Menurut Dimyati, perjalanan mahasiswa menuju kesuksesan membutuhkan konsistensi, kesabaran, dan kemauan untuk terus belajar.

“Mahasiswa dalam catur itu seperti bidak atau pion. Melangkahnya satu langkah ke depan saja, tetapi begitu lulus, dia bisa bebas memilih profesi. Itu kelebihan pion. Mereka bisa sukses kalau terus belajar,” kata Dimyati.

Ia juga menilai permainan catur dapat menjadi gambaran kecil mengenai kehidupan bernegara. Dalam permainan tersebut, raja menjadi sosok penting yang harus dijaga meskipun memiliki keterbatasan dalam bergerak.

“Langkahnya hanya setapak ke depan, belakang, dan samping. Namun, begitu raja mati, permainan selesai,” ujarnya.

Baca juga:  Bupati Serang Genjot Pemerataan Infrastruktur hingga Pelosok Desa, Progres Pembangunan Capai 75 Persen

Dimyati menilai karakter seorang pecatur juga memiliki banyak kesamaan dengan sikap yang dibutuhkan untuk meraih kesuksesan. Seorang pecatur dituntut sabar, mampu membaca situasi, serta menyusun strategi sebelum mengambil keputusan.

“Pemain catur adalah orang yang sabar karena terbiasa menunggu lawan berpikir sebelum melangkah. Pecatur adalah seorang pemikir. Insyaallah Anda semua akan sukses,” tuturnya.

Ia pun berpesan kepada para peserta agar tidak terlena ketika meraih kemenangan dan tidak menyerah ketika mengalami kekalahan.

“Bagi yang menang, jangan sombong karena kemenangan itu ada kalanya. Bagi yang kalah jangan berkecil hati, teruslah berlatih,” pesan Dimyati.

Pada kesempatan tersebut, Dimyati turut bermain catur secara eksibisi menghadapi para kampiun Pomprov VIII Banten. Ia berhadapan dengan juara pertama kategori putra, Zein Haikal Tamami dari UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, serta juara pertama kategori putri, Aurelia Vania dari Politeknik Keuangan Negara STAN.

Melihat kemampuan para mahasiswa yang bertanding, Dimyati menilai kualitas pecatur mahasiswa di Banten sudah cukup baik. Namun, ia meminta kemampuan tersebut terus diasah melalui latihan dan pengalaman bertanding.

Baca juga:  Ketua Gappura Banten Bongkar Fakta Aksi Ricuh di Proyek LCI: Isu Deadlock dan Rebutan Scrap Itu Fitnah

“Tinggal ditingkatkan lagi belajarnya dan perbanyak jam terbang dengan sering mengikuti festival atau pertandingan,” tambahnya.

Sebagai informasi, Pomprov VIII Banten Tahun 2026 di Kota Cilegon diikuti sebanyak 1.270 mahasiswa dari 39 perguruan tinggi se-Provinsi Banten.

Khusus cabor catur, sebanyak 63 peserta dari 20 perguruan tinggi ambil bagian. Mereka terdiri dari 43 peserta putra dan 20 peserta putri yang bersaing memperebutkan total 24 keping medali.

Bagi Dimyati, kompetisi tersebut bukan sekadar ajang perebutan medali, tetapi juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk membangun karakter, mengasah strategi, meningkatkan sportivitas, serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan di masa depan.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!