Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BeritaDaerahEkonomiKabupaten PandeglangKementerianKesehatanNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanPolitikSosial

Tokoh Muda Pandeglang Ahmad Syafaat: MBG Bukan Sekadar Makan Gratis, Tapi Investasi Masa Depan Bangsa

129
×

Tokoh Muda Pandeglang Ahmad Syafaat: MBG Bukan Sekadar Makan Gratis, Tapi Investasi Masa Depan Bangsa

Sebarkan artikel ini

PANDEGLANG, RUBRIKBANTEN – Tokoh muda Pandeglang, Ahmad Syafaat, menyatakan dukungannya terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini menjadi salah satu program prioritas pemerintah. Menurutnya, program tersebut harus dipandang sebagai investasi strategis dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia, khususnya generasi muda di daerah.

Dalam keterangannya kepada awak media, Ahmad Syafaat menegaskan bahwa keberhasilan suatu bangsa tidak hanya diukur dari pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kualitas generasi penerusnya. Karena itu, pemenuhan kebutuhan gizi anak menjadi aspek mendasar yang harus mendapat perhatian serius.

Banner

“MBG jangan dipahami hanya sebagai program makan gratis. Ini adalah investasi peradaban. Ketika negara hadir memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang baik, sesungguhnya negara sedang menyiapkan masa depan bangsa,” ujar Syafaat, Senin (15/6/2026).

Menurutnya, berbagai penelitian dan pengalaman negara-negara maju menunjukkan bahwa investasi pada kesehatan dan gizi anak mampu meningkatkan kualitas pendidikan, produktivitas tenaga kerja, hingga daya saing bangsa dalam jangka panjang.

Syafaat menjelaskan, anak yang memperoleh asupan gizi yang cukup cenderung memiliki kemampuan konsentrasi yang lebih baik, daya tahan tubuh yang lebih kuat, serta perkembangan fisik dan mental yang lebih optimal. Kondisi tersebut akan berpengaruh langsung terhadap kualitas pendidikan dan kesiapan mereka memasuki dunia kerja di masa depan.

Baca juga:  PB PII Tancap Gas Bangun Desa, Menteri Yandri: Ini Bukan Proyek Musiman

Ia menilai Program MBG memiliki dasar ilmiah yang kuat. Dalam perspektif Human Capital Theory yang diperkenalkan oleh Theodore Schultz, pengeluaran negara untuk kesehatan dan gizi bukanlah beban anggaran semata, melainkan investasi yang akan menghasilkan sumber daya manusia unggul sebagai motor pembangunan ekonomi.

Selain itu, Syafaat juga mengaitkan pentingnya pemenuhan gizi dengan teori kebutuhan manusia yang dikembangkan oleh Abraham Maslow. Menurutnya, kebutuhan dasar seperti pangan dan kesehatan harus terpenuhi terlebih dahulu agar anak-anak dapat berkembang secara optimal dalam pendidikan maupun kehidupan sosial.

“Kebutuhan gizi merupakan fondasi utama. Jika kebutuhan dasar anak-anak belum terpenuhi, maka akan sulit bagi mereka untuk berkembang secara optimal dalam proses pendidikan maupun kehidupan sosialnya,” jelasnya.

Bagi Kabupaten Pandeglang yang masih menghadapi tantangan kemiskinan dan keterbatasan akses pangan bergizi, Program MBG dinilai dapat menjadi instrumen penting untuk mengurangi kesenjangan sosial. Program tersebut diyakini mampu memastikan setiap anak mendapatkan akses terhadap makanan sehat tanpa memandang kondisi ekonomi keluarganya.

“Sulit berharap anak-anak mampu menyerap pelajaran dengan baik jika mereka datang ke sekolah dalam kondisi lapar. Karena itu, pemenuhan gizi harus menjadi bagian dari strategi pembangunan pendidikan,” katanya.

Meski mendukung penuh pelaksanaan MBG, Syafaat mengingatkan bahwa keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran yang digelontorkan pemerintah. Ia menilai kualitas pelaksanaan di lapangan, transparansi anggaran, serta pengawasan yang berkelanjutan menjadi faktor penting agar program benar-benar tepat sasaran.

Baca juga:  BPN Banten Ungkap 7 Ribu Tanah Wakaf Belum Bersertifikat, GEMAPATAS Digencarkan

“Program yang baik harus dibarengi dengan pengawasan yang baik pula. Transparansi dan evaluasi berkala penting agar manfaat MBG benar-benar dirasakan oleh anak-anak yang membutuhkan,” tegasnya.

Lebih jauh, Syafaat melihat Program MBG memiliki potensi besar dalam menggerakkan ekonomi lokal apabila melibatkan petani, nelayan, peternak, dan pelaku UMKM sebagai bagian dari rantai pasok kebutuhan pangan.

Menurutnya, pola tersebut tidak hanya meningkatkan kualitas gizi peserta didik, tetapi juga menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian daerah melalui peningkatan pendapatan masyarakat dan penguatan ketahanan pangan lokal.

“Jika dikelola dengan baik, MBG bukan hanya meningkatkan gizi anak-anak, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat. Program ini dapat menjadi ruang kolaborasi antara sekolah, pemerintah, petani, nelayan, dan UMKM lokal,” ungkapnya.

Di akhir pernyataannya, Ahmad Syafaat mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung sekaligus mengawal pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis secara konstruktif demi menciptakan generasi Pandeglang yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

“Gizi yang baik bukan hanya mengenyangkan hari ini, tetapi menentukan kualitas peradaban di masa depan,” pungkasnya.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!