CILEGON, RUBRIKBANTEN — Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Cilegon mengeluarkan seruan darurat kepada masyarakat untuk segera mendonorkan darah, menyusul menipisnya stok darah di awal tahun 2026. Kondisi ini terjadi pasca libur panjang akhir tahun, sementara kebutuhan darah di rumah sakit tetap tinggi dan tidak mengenal waktu.
Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Cilegon, dr. Arriadna, mengungkapkan bahwa penurunan stok darah menjadi tantangan serius bagi pelayanan kesehatan, khususnya dalam penanganan pasien rutin maupun kasus kegawatdaruratan.
“Memasuki awal tahun, stok darah di UDD PMI Kota Cilegon cenderung menipis. Padahal kebutuhan darah untuk pasien terus berjalan setiap hari. Karena itu, kami mengajak masyarakat untuk kembali aktif mendonorkan darahnya,” tegas dr. Arriadna.
Ia menegaskan, donor darah bukan hanya menyelamatkan nyawa orang lain, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan bagi pendonornya. Aksi sederhana ini dinilai memiliki dampak besar bagi keberlangsungan pelayanan medis dan kemanusiaan.
PMI Kota Cilegon saat ini membuka layanan donor darah setiap hari di Markas UDD PMI Kota Cilegon, serta menggelar program donor darah keliling yang bekerja sama dengan instansi pemerintah, perusahaan, hingga komunitas masyarakat.
Seluruh proses donor darah dipastikan berjalan sesuai standar pelayanan dan protokol kesehatan, didukung tenaga medis profesional serta fasilitas yang aman dan nyaman bagi pendonor.
Melalui ajakan ini, PMI Kota Cilegon berharap tumbuh kembali kepedulian kolektif masyarakat untuk menjaga ketersediaan darah, demi memastikan pelayanan kemanusiaan di bidang kesehatan tetap berjalan optimal.
PMI juga mengimbau warga yang sehat dan memenuhi syarat agar tidak ragu mendonorkan darahnya.
“Donor darah adalah aksi kemanusiaan sederhana yang mampu menyelamatkan banyak nyawa,” pungkas dr. Arriadna.















