Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BeritaDaerahKementerianNasionalOrganisasiPemerintahPemiluPendidikanPolitikSosial

SIAGA 98 Tegas: Pilkada Langsung atau DPRD, Dua-duanya Sah dan Demokratis

159
×

SIAGA 98 Tegas: Pilkada Langsung atau DPRD, Dua-duanya Sah dan Demokratis

Sebarkan artikel ini

RUBRIKBANTEN — Simpul Aktivis Angkatan 98 (SIAGA 98) menegaskan bahwa wacana pemilihan kepala daerah (pilkada) secara langsung maupun melalui DPRD tidak layak dipertentangkan secara ideologis maupun politis. Keduanya merupakan mekanisme demokrasi yang sah, konstitusional, dan memiliki legitimasi historis dalam sistem ketatanegaraan Indonesia.

SIAGA 98 menyatakan, pilkada langsung memang lahir dari semangat Reformasi 1998 sebagai koreksi terhadap sistem kekuasaan yang sentralistik dan tertutup pada era Orde Baru. Mekanisme ini membuka ruang partisipasi rakyat secara langsung dan menjadi simbol kuat kedaulatan rakyat pascareformasi.

Banner

Namun demikian, SIAGA 98 menegaskan bahwa pilkada melalui DPRD bukanlah kemunduran demokrasi. Justru sebaliknya, mekanisme tersebut memiliki landasan filosofis dan ideologis yang kuat dalam **Sila Keempat Pancasila, yakni prinsip permusyawaratan dan perwakilan. Demokrasi Indonesia sejak awal dirancang sebagai sistem yang memadukan demokrasi langsung dan demokrasi perwakilan.

Lebih jauh, SIAGA 98 menilai pilkada melalui DPRD dapat menjadi momentum strategis untuk memperkuat peran dan tanggung jawab partai politik. Selama ini, partai politik kerap dipersepsikan hanya sebagai kendaraan elektoral, bukan pilar utama demokrasi.

Baca juga:  Bupati Serang Lepas 19 Pelajar ke Sekolah Rakyat Prabowo: Tiket Emas Wong Cilik Menuju Masa Depan Gemilang

“Dalam demokrasi modern, partai politik adalah jantung demokrasi dan sumber utama rekrutmen kepemimpinan publik, termasuk kepala daerah,” tegas Koordinator SIAGA 98, Simpul Aktivis Angkatan 98, Hasanuddin

Melalui mekanisme pilkada DPRD, partai politik dituntut untuk menjalankan kaderisasi secara serius, mengedepankan kualitas, integritas, serta kapasitas calon kepala daerah, sekaligus bertanggung jawab penuh secara politik dan moral atas keputusan yang diambil.

SIAGA 98 menekankan bahwa perdebatan pilkada langsung versus pilkada DPRD harus ditempatkan sebagai pilihan desain demokrasi, bukan dikotomi antara demokratis dan tidak demokratis. Keduanya konstitusional dan dapat dipilih sesuai kebutuhan bangsa, efektivitas pemerintahan daerah, serta tantangan demokrasi yang terus berkembang.

Sebagai bagian dari generasi Reformasi, SIAGA 98 menegaskan komitmennya untuk menjaga semangat reformasi sekaligus merawat demokrasi yang substantif, berakar pada Pancasila, dan berpihak pada kepentingan rakyat.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!