SERANG, RUBRIKBANTEN – Aktivis antikorupsi Ade Irawan menilai Gubernur Banten Andra Soni menghadirkan corak kepemimpinan tersendiri selama satu tahun masa jabatannya. Respons cepat terhadap keluhan masyarakat disebut menjadi poin plus utama yang memperkuat posisinya sebagai pelayan publik.
“Selama setahun, Gubernur Andra Soni hadir di masyarakat, mendengarkan keluhan publik, hadir di agenda-agenda publik, Gubernur sangat merespons berbagai keluhan publik,” ujar Ade Irawan, Kamis (12/2/2026).
Menurut Ade, sikap responsif itu membangun jembatan komunikasi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat. Dengan komunikasi yang terbuka, kebutuhan riil warga dapat segera diterjemahkan menjadi kebijakan nyata.
Ia menekankan bahwa langkah selanjutnya adalah memetakan prioritas kebutuhan mendesak masyarakat agar kebijakan yang diambil benar-benar tepat sasaran dan dampaknya langsung dirasakan.
Hal tersebut dinilai selaras dengan visi besar “Banten Maju, Adil Merata, Tidak Korupsi” yang diusung Andra Soni.
Sekolah Gratis Jadi Pembeda
Ade juga menyoroti program prioritas Sekolah Gratis untuk SMA, SMK, dan SKh swasta sebagai terobosan yang membedakan Andra Soni dengan kepala daerah lain.
Program tersebut bahkan tengah diperluas dengan wacana sekolah gratis untuk Madrasah Aliyah, yang saat ini masih digodok Pemerintah Provinsi Banten.
Namun, Ade mengingatkan bahwa pekerjaan besar berikutnya adalah memastikan pemerataan kualitas sumber daya manusia.
“Bagaimana program ini bisa mendorong pada peningkatan kualitasnya, peningkatan pada sumber dayanya. Karena peningkatan SDM bisa mendorong meningkatnya IPM,” jelasnya.
Ia menyebut program sekolah gratis menjadi salah satu pendorong naiknya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Banten menjadi 77,25 atau masuk kategori tinggi.
Dorong Kualitas Guru dan Sarana Pendidikan
Ade menekankan, pendidikan gratis harus dibarengi dengan peningkatan kualitas tenaga pendidik, khususnya guru di sekolah swasta.
Guru perlu mendapatkan akses pelatihan, workshop, serta program pengembangan kompetensi agar peningkatan kualitas pendidikan berjalan merata.
“Tujuannya adalah peningkatan kemampuan atau skil bukan hanya siswanya tapi tenaga pendidiknya,” tambahnya.
Penguatan Tata Kelola Antikorupsi Jadi PR Besar
Di akhir, Ade menilai Andra Soni perlu terus memperkuat tata kelola pemerintahan dalam pencegahan korupsi. Meski KPK telah mengapresiasi capaian nilai Survei Penilaian Integritas (SPI) dan hasil Monitoring Controlling Surveillance Prevention (MCSP), penguatan reformasi birokrasi tetap menjadi pekerjaan penting.
“Ini penting, mengingat rekam jejak atau track record Provinsi Banten terkait isu-isu korupsi. Agar pencegahan antikorupsi menjadi semangat dan perilaku bersama,” tegas Ade.
Dengan demikian, Andra Soni diharapkan bukan hanya tampil sebagai pemimpin yang dekat dengan rakyat, tetapi juga sebagai motor utama reformasi pemerintahan bersih dan pembangunan yang tepat sasaran di Banten.















