CILEGON, RUBRIKBANTEN — Meski Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di kawasan Pasar Keranggot telah direlokasi ke lahan blok belakang, namun kondisi di lapangan menunjukkan persoalan belum sepenuhnya selesai. Sampah kembali terlihat menumpuk di lokasi TPS lama hingga memicu keluhan warga dan pedagang.
Tumpukan sampah tersebut menimbulkan bau busuk menyengat serta dampak negatif lainnya. Situasi ini dinilai semakin mengganggu, terlebih menjelang datangnya bulan suci Ramadhan yang tinggal beberapa hari lagi.
“Saya lihat sampah kembali banyak di bekas TPS Pasar Keranggot. Ini mau masuk bulan suci Ramadhan, jelas mengganggu akses orang lewat,” ungkap Sadad, warga Kecamatan Jombang, Sabtu (14/2/2026).
Ia menyebutkan, tumpukan sampah muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam.
“Tadi siang belum ada, tapi malam ini kok numpuk sampai ke badan jalan. Dari sore sampai malam saja sudah sebanyak itu,” imbuhnya.
Keluhan serupa juga disampaikan salah seorang pedagang Pasar Keranggot yang enggan disebutkan namanya. Menurutnya, sampah yang menumpuk tidak hanya merusak estetika pasar, tetapi juga menimbulkan bau tidak sedap yang kerap dikeluhkan pengunjung.
“Pengunjung banyak yang ngeluh, baunya bikin gak nyaman. Apalagi hujan begini, lendir sampah campur air nyebar ke mana-mana. Dilihat juga gak enak,” ujarnya.
Warga dan pedagang berharap pemerintah segera turun tangan agar persoalan sampah tersebut tidak terus berulang, apalagi di tengah persiapan menyambut Ramadhan.
Hingga Sabtu malam, pihak UPTD Pasar Keranggot maupun Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon belum dapat dihubungi untuk dimintai konfirmasi terkait tumpukan sampah di eks TPS tersebut.















