Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Banner Atas Rubrik Banten
BantenBeritaDaerahKementerianKesehatanNasionalOrganisasiPemerintahPendidikanPolitikSosial

Rumah Singgah Pemprov Banten di Jakarta, Pasien Kini Bisa Berobat Tanpa Beban Ongkos

91
×

Rumah Singgah Pemprov Banten di Jakarta, Pasien Kini Bisa Berobat Tanpa Beban Ongkos

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, RUBRIKBANTEN – Pasien asal Banten yang menjalani pengobatan di Jakarta kini tidak perlu lagi mengeluarkan biaya besar untuk perjalanan pulang-pergi. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menyediakan Rumah Singgah gratis bagi pasien dan pendamping selama menjalani perawatan di rumah sakit rujukan di ibu kota.

Informasi mengenai fasilitas tersebut kini semakin dikenal masyarakat, salah satunya melalui media sosial Gubernur Banten, Andra Soni di akun Instagram @andrasoni_12.

Banner

Salah satu yang merasakan manfaatnya adalah Haris Sudianto (57), warga Cikande, Kabupaten Serang. Ia saat ini mendampingi istrinya yang menjalani pengobatan kanker di Dharmais Cancer Hospital, Jakarta.

“Saya tahu rumah singgah ini dari media sosial gubernur. Setelah itu saya hubungi pengelola dan akhirnya bisa tinggal di sini,” ujar Haris di Rumah Singgah Pemprov Banten, Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Menurut Haris, keberadaan rumah singgah sangat membantu karena istrinya harus menjalani pengobatan rutin berupa radioterapi dan kemoterapi. Sebelum mengetahui fasilitas tersebut, ia harus bolak-balik dari Cikande ke Jakarta dengan biaya transportasi yang cukup besar.

“Sekali pulang-pergi bisa sampai Rp500 ribu hanya untuk ongkos. Kalau seminggu tiga sampai empat kali, sangat berat,” katanya.

Rumah Singgah Pemprov Banten sendiri berlokasi di Jalan Tebet Timur Raya Nomor 51, Tebet, Jakarta Selatan. Fasilitas ini diperuntukkan secara gratis bagi warga Banten yang sedang menjalani pengobatan di rumah sakit rujukan nasional maupun rumah sakit lainnya di Jakarta.

Baca juga:  PLN UID Banten Gaungkan Clean Energy Day, Dorong Pegawai Beralih ke Transportasi Ramah Lingkungan

Rumah singgah tersebut pertama kali diresmikan Gubernur Andra Soni pada 3 Maret 2025 sebagai tindak lanjut aspirasi masyarakat Banten yang membutuhkan tempat tinggal sementara selama menjalani pengobatan di Jakarta.

Kepala Badan Penghubung Daerah Provinsi Banten, Ika Sri Erika, mengatakan rumah singgah merupakan salah satu bentuk pelayanan Pemprov Banten bagi masyarakat yang sedang berobat di Jakarta.

Menurutnya, rumah singgah dapat menampung hingga 20 pasien atau sekitar 40 orang jika termasuk pendamping.

Selain menyediakan tempat tinggal sementara, fasilitas tersebut juga dilengkapi berbagai sarana pendukung bagi pasien, seperti tabung oksigen, kursi roda, tempat tidur, serta perlengkapan kebersihan dasar. Pasien juga mendapatkan layanan makan dengan standar gizi yang diperhatikan, mulai dari daging, sayur, buah, susu hingga makanan ringan.

Pemprov Banten juga menyediakan layanan antar-jemput pasien dari rumah singgah menuju rumah sakit. Transportasi yang disiapkan meliputi dua mobil operasional dan satu ambulans.

“Ambulans diprioritaskan bagi pasien yang tidak bisa duduk, sementara mobil operasional digunakan untuk mengangkut beberapa pasien sekaligus yang menjalani kontrol di rumah sakit,” jelas Ika.

Baca juga:  Investasi Kota Cilegon Melonjak Tajam, Lampaui Target RKPD 2025

Manfaat rumah singgah juga dirasakan Jabidi (41), pedagang sate keliling asal Cikupa, Kabupaten Tangerang. Ia saat ini menjalani pengobatan sinusitis di Cipto Mangunkusumo National Hospital.

Ia mengaku sudah memanfaatkan fasilitas rumah singgah sejak Oktober 2025 atau sekitar enam bulan terakhir.

“Alhamdulillah, sangat membantu. Di sini ada tempat tinggal, makan, dan kendaraan untuk antar ke rumah sakit,” katanya.

Menurutnya, sebelum mengetahui adanya rumah singgah, ia harus menempuh perjalanan jauh dari Cikupa ke Jakarta menggunakan transportasi umum dalam kondisi tubuh yang sedang sakit.

Ke depan, Pemprov Banten berencana menambah sejumlah fasilitas untuk meningkatkan pelayanan di rumah singgah tersebut, seperti ruang cuci pakaian, dapur, hingga area jemur bagi pendamping pasien.

“Sekarang kalau ada jadwal kontrol bisa tinggal di sini, jadi jauh lebih ringan,” ujar Jabidi.

Ika menambahkan, pihaknya terus berupaya meningkatkan pelayanan bagi masyarakat Banten yang menjalani pengobatan di Jakarta.

“Kami ingin menambah fasilitas dapur dan ruang menjemur pakaian agar pendamping pasien juga lebih nyaman selama mendampingi keluarga yang berobat,” tutupnya.

Example 120x600
Untitled-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!